Keranda Bertuliskan Tikus Berdasi Jadi Perhatian Saat Karnaval Hut RI di Kabupaten Simeulue

Keranda Bertuliskan Tikus Berdasi Jadi Perhatian Saat Karnaval Hut RI di Kabupaten Simeulue

Simeulue | Dalam rangka menyambut hari jadi Republik Indonesia yang ke 73, Pemerintah Kabupaten Simeulue bersama masyarakat melaksanakan pawai akbar.

Kegiatan tadi dimulai dari Masjid Agung Baiturahhman Kota Sinabang dan berpusat di halaman pendopo bupati. Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.500 masyarakat kepulauan setempat yang didominasi dari kalangan pelajar tumpah ruah turun ke jalan, berpartisipasi mengikuti karnaval yang diadakan setiap tahun ini.

Lapisan masyarakat yang diilustrasikan dari berbagai komponen, seperti, petani PNS, TNI–Polri, nelayan dan lain-lain, menjadi gambaran kemajemukan masyarakat yang mengisi kehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Nusantara. Antusias wargapun terlihat luar biasa, tak heran banyak warga ikut mengabadikan moment karnaval di negeri yang berjuluk Simeulue ate fulawan itu, Selasa (14/8/18).

Nah, dalam semarak kegiatan karnaval tadi terlihat satu yang cukup mencuri perhatian, yakni muncul keranda yang diusung  pelajar dari SMK Negeri 2 Sinabang. Pasalnya, keranda itu bertuliskan “Tikus Berdasi Dan Telah Berpulangnya Kerahmatullah Para Koruptor”.

Lantas apa maksud dan pesan dari tulisan tadi? Ini penjelasan guru pembimbing SMK Negeri 2 Sinabang.

“Keranda dengan kalimat tikus berdasi memang sengaja kita buat, itu merupakan pesan moral, tujuannya agar mengingatkan kita dan siapapun pemangku jabatan atau pemimpin negeri agar selalu menghindari segala bentuk praktik korupsi. Selain merugikan keuangan negara, bahaya korupsi juga mengakibatkan kemiskinan,” ujar Rahmad, salah seorang guru SMK 2 Negeri Sinabang.

Tak hanya itu, sambung Rahmad, korupsi juga menciderai  arti kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan, bahkan mengorbankan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia.

“Pahlawan bangsa ini telah susah payah memperjuangkan kemerdekaan dari tangan penjajah, nyawa pun mereka korbankan. Sekarang kita hanya mengisi kemerdekaan. Jadi, jangan sampai korupsi yang mengakibatkan rakyat sengsara,” tandasnya.***

Komentar

Loading...