Kepengurusan F-PRB Periode 2017-2022 Aceh Resmi Dilantik

Kepengurusan F-PRB Periode 2017-2022 Aceh Resmi Dilantik
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepengurusan Organisasi Forum Penanggulangan Risiko Bencana (F-PRB) Aceh, Periode 2017-2022 resmi dilantik Asisten Keistimewaan Sekda Aceh, Dr. Iskandar A Gani, di Gedung Anjong Mon Mata, Banda Aceh, (20/11/17).

Mereka yang dilantik adalah, Dewan Pengurus diketuai Nasir Nurdin dengan Wakil Ketua masing-masing Ir. TM Zulfikar MP, Dr. Muslem Daud MEd, dr. Aslinar SpA, dan Yarmen Dinamika. Sekretaris M Hasan Dibangka S.Si, bersama Wakil Sekretaris Fahmi Rizal, Drs. Mukhlis Hamid MPd, Riza Iskandar, dan Fachmi Ibrahim SH. Sedangkan Bendahara Rahmat Thalib ST, M.Si bersama Wakil Bendahara Rusmadi.

Usai dilantik, Nasir Nurdin mengatakan, penetapan jadwal pelantikan kepengurusan Forum PRB malam ini, merupakan tindak lanjut audiensi dengan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf pada 11 Oktober 2017. Salah satu yang dibicarakan waktu itu adalah tentang pelantikan Pengurus Forum PRB Aceh yang telah di-SK-kan Gubernur Aceh pada 22 Agustus 2017 tiga bulan lalu.

Katanya, Forum PRB Aceh periode 2017-2022 lahir melalui Kongres II di Banda Aceh, pada 24 Mei 2017 dan merupakan kesinambungan dari periode pertama hasil Kongres 2011. Landasan hukum yang menjadi acuan dalam mendorong pembentukan Forum PRB, adalah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, peraturan kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPBA) Nomor 4 Tahun 2008, tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana yang mendorong pelibatan forum dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah-Pengurangan Risiko Bencana atau RAD-PRB.

Sebut Nurdin Kepengurusan dilengkapi delapan bidang yaitu Bidang Kebijakan dan Manajemen PRB, Bidang Advokasi dan Peningkatan Kesadaran Publik, Bidang Pengembangan Pendidikan dan Teknologi Kebencanaan, Bidang Penguatan SDM Kebencanaan, Bidang Kerja Sama Antar Lembaga dan Kemitraan, Bidang Pengarusutamaan Gender dalam Kebencanaan, Bidang Penyebaran Informasi dan Kampanye, dan Bidang Pendataan, Monitoring dan Evaluasi.

Selain itu, kata Nurdin Forum PRB Aceh juga diperkuat Dewan Pakar diketuai Dr. Taqwaddin SH SE MS, bersama anggota masing-masing Dr Ir Syahrul MSc, Dr Ir M Dirhamsyah MT, Drs Lukfandi MM, Dr Nazli Ismail MSc, Dr Khairul Munadi, Dr Ir T Alvisyahrin MSc, Ir Faizal Adriansyah MSi, Ir T Alaidinsyah MEng, TAF Haikal, Cut Faisal Syahputra SH, T Feriansyah SE, dan Risma Sunarty MSi.

Namun, katanya tanpa kerja sama dengan lembaga Pemerintah Aceh dan non Pemerintah Aceh, organisasi yang dipimpinnya itu akan sia-sia saja. "Kita saling bekerja sama dengan berbagai pihak, sinergi perlu dilakukan. Besar harapan dengan Pemerintah Aceh, kami bisa memiliki ruang untuk membantu masyarakat yang terkena bencana. Kita tidak akan lari dari kawasan daerah bencana ini, tapi harus kita hadapi, namun seberapa siap kita menghadapinya," ujar Nurdin.  

Sementara itu, Asisten keistimewaan Sekda, Aceh Dr. Iskandar A Gani mewakili Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, mengatakan, ancaman bencana di Aceh bukan saja datang dari alam, namun juga dari ulah manusia, seperti penebangan hutan secara tidak terkontrol, akan berdampak pada bencana banjir bandang.

Namun, dengan hadirnya banyak organisasi dalam penanggulangan  bencana, dapat meminimalisir prilaku masyarakat yang tidak baik. Itu sebabnya, ia meminta, Forum PRB untuk bekerja keras mensosialisasikan akibat terjadinya bencana. "Forum ini harus aktif dan tetap bekerja, dan koordinasi dengan lembaga terkait, agar kita dapat tukar informasi, mencegah dan menanggulangi dampak bencana," harapnya.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...