Breaking News

Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik

Kepala Dinsos Aceh Alhudri Laporkan Anak Buahnya ke Polda Aceh

Kepala Dinsos Aceh Alhudri Laporkan Anak Buahnya ke Polda Aceh
Lintas Nasional
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I Beberapa hari terakhir, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Alhudri menjadi perbincangan publik di Aceh. Itu tak lepas dari pengakuan seorang Pengawai Negeri Sipil (PNS) dinas tersebut yaitu Syafruddin. Dia mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada Alhudri yang diambil dari beberapa kontraktor, dengan imbalan akan diberikan proyek.

Namun, belakangan diketahui, keberadaan Syafruddin hilang bak ditelan bumi. Entah ada kaitan atau tidak, setelah dilaporkan Alhudri ke Polda Aceh dengan tuduhan pencemaran nama baik, Syafruddin raib di kampung halamannya Kuala Simpang (Aceh Tamiang). “Dia (Syafruddin) sedang sakit, makanya tidak berada di Banda Aceh,” ujar Safaruddin, penasehat hukum Syafruddin pada MODUSACEH.CO, Jumat malam, (8/9/17).

Itu sebabnya, Safaruddin mengaku belum bisa memberikan banyak keterangan tentang persoalan hukum yang menimpa klainnya ini. Karena belum secara rinci mempelajari kasus yang sebenarnya. “Kita hanya mendengar keterangan Syafruddin, apakah betul, kita belum memeriksa lebih jauh, termasuk langkah apa yang akan kita tempuh, jika betul sudah dilaporkan ke Polda, “ jelasnya singkat.  

Diberitakan  sebelumnya, Syafruddin merupakan PNS di Dinas Sosial Aceh dengan jabatan sebagai Kasubbag Tata Usaha UPTD Rumoh Seujahtera Beujroh Meukarya. Dia dilaporkan salah satu kontraktor ke Polda Aceh, karena tuduhan telah mengambil sejumlah uang kepada kontraktor, dengan imbalan memberikan proyek. Namun, setelah ditunggu, proyek tidak kunjung diberikan.

Lalu, Syafruddin mengakui telah menyerahkan sejumlah uang itu kepada Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri. Sayangnya, saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Alhudri tak bersedia memberi keterangan. Dihubungi melalui telpon seluler, dia tak menjawab. Dikirim pesan singkat, juga tak berbalas.

Begitupun, pada sejumlah media pers,  Alhudri bergeming dan membantah pengakuan Syafruddin. Dia mengaku tidak pernah menerima uang dari Syafruddin. Bahkan, Alhudri  menjelaskan telah melaporkan Syafruddin ke Polda Aceh dengan kasus pencemaran nama baik. Alhudri mengaku tidak kenal dengan orang bernama Syafruddin. Dia juga tidak pernah menyuruh bawahannya mengutip uang dari sejumlah kontraktor dengan imbalan proyek.  Siapa yang benar? Wallahu a’lam bishawab.***

 

Komentar

Loading...