Ditegur Nova Iriansyah

Kepala BPKS, Sayid Fadhil: Saya Siap Diberhentikan!

Kepala BPKS, Sayid Fadhil: Saya Siap Diberhentikan!
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sayid Fadhil mengaku siap diberhentikan sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) jika yang dilakukannya telah melanggar undang-undang.

Pernyataan itu disampaiakan Sayid Fadhil, terkait surat teguran yang dilayangkan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah sekaligus Ketua Dewan Kawasan Sabang (DKS) pada dirinya melalui surat Nomor 515/25881, tanggal 12 Oktober 2018.

“Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah pimpinan saya. Kapan pun bisa mencopot jabatan saya. Dan, saya siap diberhentikan!,” tegas Sayid Fadhil pada awak media pers di Banda Aceh, Minggu (28/10/18).

Menurutnya, teguran yang disampaikan Nova Iriansya adalah hal yang wajar, mengingat Nova Iriansyah adalah pimpinannya. Dia mengaku, dengan adanya surat terguran tersebut lebih memacu dirinya dalam berkerja dan memajukan Sabang sebagai cita-cita masyarakat Aceh.

“Saya melihat teguran ini positif thinking saja. Tanpa, ada intrik-intrik dibelakangnya. Jadi, beliau (Nova Iriansyah) memberikan teguran, wajarlah saya anggap, orang tua menegur anaknya. Tidak mau saya mempermasalahkan. Biasa saja, apa yang kurang akan saya perbaiki,” ungkap Sayid Fadhil.

Dia mengucapkan terimakasih atas teguran tersebut, karena sebagai bentuk perhatian Nova Iriansyah pada dirinya. Malah, Sayid Fadhil meminta Dewan Kawasan Sabang (DKS) yakni Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali dan Walikota Sabang, Nazarudin juga turut melakukan pengawasan terhadap dirinya. Sehingga, dia selalu merasa  diawasi dan tidak melakukan keputusan diluar ketentuan perundang-undangan.

“Memang, sejauh ini, saya belum bertemu dengan Pak Nova. Karena, beliau di luar daerah terus. Dalam waktu dekat, saya akan menjumpai beliau dan kita akan duduk membahas masalah ini dan masalah lain terkait BPKS,” harapnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang memberikan teguran keras kepada Kepala BPKS Sayid Fadhil.

Teguran yang disampaikan Nova Iriansyah melalui surat Nomor 515/25881, tanggal 12 Oktober 2018 itu, merujuk pada hasil evaluasi kinerja manajemen BPKS semester pertama 2018, yang dilakukan Dewan Pengawas BPKS.

Dalam surat teguran tersebut, DKS menilai kepemimpinan Sayid sangat lemah dan cenderung otoriter, sehingga telah terjadi perpecahan (ketidakkompakan) dalam manajemen BPKS, akibat dari sikap Sayid yang sering bertindak sendiri.

Selain itu, banyak keputusan strategis diambil tanpa musyawarah dengan unsur manajemen lainnya, sehingga tercermin dalam menjalankan kepemimpinan dengan one man show.

Pada poin kedua, surat bersifat segera dengan perihal teguran ini, juga menohok kepemimpinan Sayid Fadhil.

“Saudara terkesan tidak membangun team work/team building yang baik, dalam mengelola manajemen BPKS yang merupakan lembaga Pemerintah Non Struktural, yang notabene adalah Badan Layanan Umum (PP Nomor 105 tahun 2012), dan cenderung menciptakan konfrontasi di dalam manajemen dan kerap mengadu domba karyawan”. Tulis surat itu.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...