Breaking News

Terkait Sprindik Baru Kasus Dermaga CT3 BPKS Sabang

Kepala BPKS Sabang, Sayed Fadhil: Kita Dukung Langkah dan Kerja KPK!

Kepala BPKS Sabang, Sayed Fadhil: Kita Dukung Langkah dan Kerja KPK!
facebook sayed fadhil
Rubrik
Topik

Banda Aceh | Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) Sayed Fadhil menegaskan. Dirinya mendukung sepenuhnya langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini mulai menyidik kembali kasus dugaan korupsi proyek Dermaga CT3 BPKS Sabang, 2011 silam.

Menurut Sayed, apa yang dilakukan KPK merupakan langkah penegakkan hukum. “Intinya, kami punya komitmen yang tinggi dan on the track saja, sesuai dengan hukum berlaku. Tentu, sesuai aturan dan prosedur hukum,” kata Sayed yang mengaku sedang mendampinggi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf yang mendampinggi calon investor di Sabang.

“BPKS koorperatif saja. Dan, saya mendapat pekerjaan rumah (PR) baru. Artinya, dengan adanya surat perintah penyelidikan (sprindik) baru, berarti ada kasus baru. Namun, saya baru beberapa pekan menjabat,” kata Sayed.

Menjawab pertanyaan soal maksud pekerjaan rumah baru. Kata Sayed Fadhil. “Saya menghadapi masalah masa lalu. Karena itu, saya dan kawan-kawan di BPKS bertekad untuk memperbaiki kondisi ini menjadi lebih baik di masa depan. Karena itu, harus diselesaikan sehingga tidak menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat, terkait kasus yang sedang ditangani KPK saat ini,” tegas Sayed.

Itu sebabnya sebut Sayed, pihaknya tak mungkin menghalang-halangi tugas dan kerja tim KPK. “Jadi, kita dukung langkah-langkah KPK dalam penegakkan hukum. Tidak mungkin kami menghalang-halanginya,” ucap Sayed.

Apakah Anda sudah tahu bahwa penyidik KPK sudah berada di Banda Aceh dan Sabang? “Belum tahu, saya sedang menemani Pak Gub dan investor yang mau berinvestasi ke Sabang,” jelas Sayed.

Sebelumnya atau Senin, 2 April 2018, beredar informasi penyidik KPK kembali memeriksa dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, terkait proyek Dermaga CT-3 Sabang. Dari data yang diperoleh media ini dari berbagai sumber, sedikitnya ada dua saksi yang dimintai keterangan nantinya.

“Diminta kepada saudara untuk menghadap penyidik, tanggal 5 April 2018 di Mapolda Aceh,” begitu tulis surat KPK, tanggal 27 Maret 2018. Masih menurut sumber media ini. Saksi yang dipanggil itu adalah R (mantan staf dari Dinas Cipta Karya Aceh) dan MIB, salah seorang notaris di Banda Aceh. “Surat panggilan itu ditandatangani Muhammad Rifai, atas nama Pimpinan (Plt) Deputi Bidang Penindakan,” jelas sumber tersebut.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...