Breaking News

Terkait Penangkapan Sabu di Aceh Timur pada November lalu

Kepala BNN Budi Waseso: Ya, Memang Betul Punya Abdullah!

Kepala BNN Budi Waseso: Ya, Memang Betul Punya Abdullah!

Banda Aceh | Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol. Budi Waseso membenarkan, penangkapan sabu di beberapa tempat di Aceh Timur bulan lalu, erat kaitannya dengan Abdullah bin alm Zakaria alias Dull (35), yang kini sedang menjalani hukuman penjara di Lapas Langsa.

"Ya, memang betul punya Abdullah. Kita kembangkan terus. Hari ini juga belum selesai pengungkapan itu, kami mau ungkap jaringan ini lengkap sampai utuh," jelas Budi Waseso pada media ini, selesai memberi kuliah umum di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Darussalam, Banda Aceh, Rabu, (20/12/17).

Namun, orang nomor satu di tubuh BNN itu enggan menjelaskan, sejauh mana penyelidikan yang sedang dilakukan pada Abdullah.

"Belum, masih kita kembangkan terus. Sudah ada hasilnya, tapi terus kita kembangkan," sebut Budi Waseso atau akrab disapa Buwas. 

Mengenai pengawasan dalam Lapas, Buwas mempercayakan semua pada petugas Lapas, namun ia juga menginstruksikan anggotanya terus memantau Abdullah. "Tetap kita ikuti, kita awasi terus, kita kembangkan terus. Dalam arti kata, di bawah naungan Pak Dirjen Lapas, saya kira akan aman. Karena punya tanggungjawab masing-masing," ulas Buwas.

Waktu ditanya, apakah akan ada pengungkapan sabu lain di Aceh yang dikoordinir Abdullah. Lantas Buwas menjawab. "Kita sedang mengembangkang terus. Kita tidak bisa berandai-andai nanti tutup suara jaringannya. Nanti kalau sudah lengkap akan kita beberkan semua," ungkap Buwas mengakhiri penjelasannya.

Sebelumnya, seperti diberitakan Okezone, BNN mengungkap penangkapan kurir narkoba asal Aceh yang dipasok dari bandar Malaysia. Penangkapan tersebut hasil kerjasama antara BNN Provinsi Aceh, dan kepolisian setempat sehingga menggagalkan narkotika dari Penang, Malaysia ke Aceh.

"Ini semuanya satu jaringan yang dikendalikan dari dalam lapas di Langsa oleh seorang narapidana Dulah," kata Kepala BNN Budi Waseso di Kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Kamis, (09/11/2017).

Buwas mengatakan, ini menjadi bukti bahwa para pelaku tidak pernah jera meski sudah ditangkap namun tetap mengendalikan dari dalam tahanan.

"Ini membuktikan kesekian kalinya pelaku narkoba tidak pernah jera dan tak pernah henti walaupun ada di dalam tahanan," ungkapnya

Dalam penangkapan itu, BNN kemudian bekerjasama dengan pihak kepolisian, Bea dan Cukai dan TNI menelusuri informasi tersebut untuk menangkap seorang tersangka berinisial UD di kawasan Idi Rayeuk, Jalan Lintas Medan-Banda Aceh. Saat ditangkap UD membawa lima bungkus sabu seberat 5.427,98 gram dengan sepeda motor.

Berdasarkan informasi dari UD mengaku diperintah MI (di Malaysia) untuk menerima barang yang dibawa dari Penang menuju Idi Rayuek dengan menggunakan kapal nelayan. Lalu BNN menangkap tersangka lain yakni RA di kawasan Dusun Tanjung Mulia, Desa Alue Dua Muka O Kecamatan Idi, Rayeuk Aceh Timur. Dari RA ada 133 bungkus sabu dan 1 bungkus pil ekstasi.

"Ini dikubur, begitu masuk ditanam oleh oknum para penampung  di dalam tanah. Modus operandinya ditanam. Kita yakin yang sudah ditanam banyak di wilayah kita. Ada juga yang disamarkan dengan kelapa sawit, jadi barang itu ditumpuk dengan sawit sehingga mengelabuhi petugas," ucap Buwas.

Sebelum menangkap RA, BNN mengamankan 33 bungkus sabu dan satu bungkus pil ekstasi yang disimpan dalam box ikan yang baru diterima dari seorang awak kapal di Pelabuhan Idi Rayeuk. Kemudian BNN kembali mengamankan ABR saat melakukan transaksi di SPBU Bensin Bukit Tinggi. Juga FRZ yang membawa 30 bungkus sabu seberat 38.911,06 gram dan 1 bungkus happy five sebanyak 10 ribu butir.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...