Tulusuri Rekam Jejak Calon

Kemenristekdikti Tunda Pemilihan Rektor Unsyiah

Kemenristekdikti Tunda Pemilihan Rektor Unsyiah
antara.com

Banda Aceh | Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI, menunda pemilihan Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Keputusan dilakukan, berdasarkan surat nomor: 36/A.A2/RHS/KP/2013, tanggal 4 Januari 2018, yang ditujukan kepada Ketua Senat Unsyiah di Banda Aceh.

Surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Ainun Na’im itu menyebutkan. Kemenristekdikti RI sedang melanjutkan proses pemilihan Rektor Unsyiah Periode 2018-2022, sesuai peraturan Kementeristekdikti, No:19/2017. Kedua, pelaksanaan siding Senat Universitas Syiah Kuala dengan agenda Pemilihan calon Rektor Unsyiah, yang semula akan dilaksanakan tanggal 15 Januari 2018, ditunda sampai adanya penyelesaian proses penelusuran rekam jejak calon rektor. Surat ini ditembuskan pada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Sebelumnya, Senat Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, secara resmi menyaring tiga calon Rektor Unsyiah Periode 2018-2022. Penjaringan itu berlangsung dalam rapat yang dihadiri 78 anggota Senat Unsyiah yang memiliki hak suara, di lantai dua Gedung Biro Rektor Unsyiah, Banda Aceh, Senin, (11/12/17), terpilih tiga calon melalui sistem voting. Mereka adalah, Prof. Samsul Rijal dengan raihan 51 suara. Disusul, Dr. dr. Syahrul dengan 24 suara, dan Dr. Syafruddin dengan 2 suara, serta Dr. Muhammad Adam, tidak memiliki suara alias nihil. Sedangkan satu suara lainnya rusak. 

Ketika itu, Kepala Humas Unsyiah, Husni Friady mengakui proses penyaringan sudah selesai dilakukan oleh Senat Unsyiah dan secepatnya empat nama tersebut akan dikirim pada Menristekdikti ke Jakrta. “Sesuai berita acara penyaringan empat nama tersebut akan dikirim pada Pak Menristekdikti (Prof. Mohammad Nasir). Namun, satu nama dipastikan gagal menjadi calon,” jelas Husni pada media ini.

Selanjutnya, kata Husni, pihak panitia penyaringan akan menunggu waktu luang, Menristekdikti Prof. Mohammad Nasir untuk melakukan pemilihan di Aceh, yang direncanakan pada 15 Januari 2018. Namun, rencana tersebut ditunda hingga proses penelusuran rekam jejak calon Rektor selesai.

Sumber MODUSACEH.CO di Kemenristekdikti, Jumat sore (5/1/2018) menjelaskan. Proses penelusuran rekam jejak tersebut akan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setiap calon ungkap sumber tadi, akan diteliti secara mendalam terhadap harta serta kekayaan. Termasuk, apakah ada sangkut paut dengan hokum, terutama kasus dugaan korupsi.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...