Breaking News

Tiga Kasus Dugaan Korupsi Supervisi KPK di Kejati Aceh

Kemenag Aceh dan PDKS Jalan, Apa Kabar Muhazar?

Kemenag Aceh dan PDKS Jalan, Apa Kabar Muhazar?
Muhazar (Foto: facebook)
Rubrik

 Sejak ditetapkan lima tersangka baru, penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh terkesan lamban memproses pelaku dugaan korupsi kasus CT Scan RSUDZA Banda Aceh. Sementara dua kasus lainnya yaitu, Kemenag Aceh dan PDKS Simeulue tancap gas. Ada apa?

MODUSACEH.CO | Nasib Hendra Saputra, Direktur PT. Supernova dan Wakil Bupati Kabupaten Simeulue, Afridawati sepertinya tak sebaik dr. Taufik Mahdi dan Muhazar serta tiga tersangka lainnya, terkait kasus dugaan korupsi pengadaan CT Scan RSUDZA Banda Aceh.

20181220-hendra-saputra

Hendra Saputra

Lihat saja, Hendra malah sudah ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh, sementara Afridawati sudah diminta keterangan sebagai saksi. Ironisnya, tak ada kabar tentang proses penyelidikan untuk kasus pengadaan CT Scan RSUDZA Banda Aceh. Padahal, aparat penegak hukum itu, telah menetapkan lima tersangka.

Sebelumnya, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, menetapkan tiga tersangka lainnya, dalam kasus yang dinilai merugikan negara Rp15,3 miliar tersebut. Setelah sempat dinyatakan dua tersangka lain yaitu, mantan Direktur RSUZA Banda Aceh, dr. Taufik Mahdi dan mantan Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan, Toni BE.

20181220-wabup-simeulue-diminta-keterangan

Wakil Bupati Simeulue Afridawati diminta keterangan oleh penyidik Kejati Aceh (Foto: dialeksis.com)

Padahal, Muhazar (saat ini Wadir Adm dan Keuangan RSUZA), Said Usman (saat Rektor Universitas Serambi Mekkah) Banda Aceh serta Bukhari selaku pihak rekanan.

Menariknya, walau telah berstatus tersangka, Muhazar masih nyaman duduk di kursi Wakil Direktur (Wadir) Administrasi dan Keuangan di rumah sakit plat merah tersebut. Kabarnya, ada orang kuat dibalik posisi tadi, yang meminta agar Muhazar tetap dipertahankan. Benarkah? (selengkapnya baca edisi cetak, Senin, 24 Desember 2018).***

Komentar

Loading...