Breaking News

Kemah Wisata di Simeulue Habiskan Rp 800 Juta Lebih, Fasilitas Minim dan Terlihat Biasa Saja

Kemah Wisata di Simeulue Habiskan Rp 800 Juta Lebih, Fasilitas Minim dan Terlihat Biasa Saja

Simeulue | Acara Kemah Wisata yang dipusatkan di Pantai Alaek Sektare, Desa Lantik, Kecamatan Teupah Barat, Kabupaten Simeulue, sejak tanggal 14-16 Juli 2019 itu, menghabiskan uang negara Rp 850 juta. Namun anehnya even yang kabarnya bertaraf nasional ini kelihatannya biasa saja.

Dalam bayangan pikiran, seharusnya uang rakyat sebanyak itu yang dihabiskan untuk kegiatan "bobok-bobok malam" selama kurang lebih tiga malam itu pastilah sangat mewah. Apalagi kegiatan itu diberi label nasional dengan Ivent Organizer (IO) khusus dari luar Simeulue, serta mendapat sokongan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh sebagai penggagas utama.

Namun apa hendak dikata, ekspektasi pikiran berbeda jauh dari fakta lapangan. Lihat saja, kondisi lokasi kegiatan itu, tempatnya tidak dirancang dengan baik, terlihat kaku serta kurang menarik. Fasilitas yang disediakan juga terbatas.

Misal, untuk remaja kaum muda yang suka selfi dan foto-foto untuk dipajang di dunia maya, tidak disediakan untuk itu. Sehingga semakin menambah rasa frustrasi saat datang ke lokasi acara Kemah Wisata yang pertama diadakan di Simeulue itu.

"Tempatnya kaku, kurang menarik, sepertinya kurang ditata dengan baik, tidak disediakan tempat untuk foto Selfi, serta tempat kegiatan bazarnya tidak banyak," kata Caca salah satu pengunjung acara, pada media ini, Senin, 15/07/2019.

Dikatakan Caca, kalau acara Kemah Wisata ini tidak segera diperbaiki panitia, dia yakin, apa yang direncanakan panitia seperti halnya mendatangkan banyak wisatawan ke Simeulue melalui kegiatan ini, tidak akan berjalan dengan baik. Sebab warga asli Simeulue saja melihatnya bosan, apalagi masyarakat luar yang datang.

"Kalau seperti ini saja, saya kira niat untuk mendatangkan wisatawan ke Simeulue tidak akan berjalan dengan baik," ucap Caca yang juga salah seorang mahasiswi.

Apa yang dirasakan Caca, berbeda pula dengan yang dikeluhkan Mujim. Ia mengatakan, fasilitas pendukung untuk acara tingkat provinsi itu tergolong sangat minim. Bayangkan lokasi acara itu tidak tersedia tempat ibadah, juga air bersih untuk WC umum juga tidak ada. Saat malam hari tidak tersedia lampu penerangan jalan, dan masih banyak fasilitas pendukung lain belum tersedia.

"Acara dengan anggaran sebesar itu, namun fasilitas pendukungnya sangat minim, contoh kecilnya saja air untuk kamar mandi tidak ada, gimana kita mau betah kalau fasilitasnya seperti ini," tutur Mujim.

Lebih lanjut dikatakannya, selain mengeluhkan fasilitas, ada yang lebih mengkhawatirkan lagi menurut pikirannya.

Pada acara Kemah Wisata itu tidak terlihat Tim Wilayatul Hisbah (WH), yang bertugas mengamankan jalannya kegiatan agar terhindar dari hal yang dilarang menurut syariat Islam, sebab potensi untuk itu jika tidak diawasi cukup besar.

"Inikan acaranya campur antara laki-laki dan perempuan, seharusnya ada pengamanan dari WH untuk kegiatan ini. Karena kita ini menjalankan syariat Islam jadi seharusnya hal ini harus benar-benar diperhatikan," jelasnya.

Pantauan MODUSACEH.CO di lapangan, sejumlah keluhan dari pengunjung itu memang benar adanya, dapat dilihat stand yang disediakan di lokasi Acara Kemah Wisata itu masih banyak yang kosong. Kemah yang disediakan untuk peserta banyak yang tidak terisi, namun tetap dipasang agar terlihat ramai.***

Komentar

Loading...