Breaking News

Kelapa Muda Bakar, Menu Khas Berbuka Puasa di Aceh Barat

Kelapa Muda Bakar, Menu Khas Berbuka Puasa di Aceh Barat

Meulaboh | Kelapa muda bakar menjadi salah satu menu khusus untuk berbuka puasa di Kabupaten Aceh Barat. Karena rasa dan aroma yang unik menjadi daya tarik bagi pembeli untuk menjadikan hidangan berbuka. Di bulan ramadhan peminat terhadap buah tersebut juga semakin meningkat.

Produsen kelapa muda bakar ini berada di seputaran Kecamatan Meureubo. Selain rasanya berbeda dari kelapa muda alami, kelapa muda bakar juga disebut-sebut memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh. Salah satunya tetap menjaga kebugaran.

Di bulan puasa tahun ini, harga yang ditawarkan yakni Rp 7.000. Dan jangan kaget, setelah dibakar warna batok kelapa ini sudah berubah kuning bercampur ungu muda setelah melewati proses pembakaran pada pagi hari. Pembuat kelapa muda bakar juga memproduksi serta menjual sendiri.

Idris (43) salah seorang pedagang mengatakan. Produksi kelapa muda bakar meningkat saat masuk bulan ramadhan. Jika pada hari-hari biasa ketersediaannya dibatasi, karena peminat yang tidak membludak, namun berbeda saat bulan puasa tiba.

“Setiap hari juga ada, perbedaanya dengan kelapa muda biasa karena rasa, kelapa muda alami rasanya tergantung air dari jenis kelapanya, sementara kalau kelapa muda bakar rasa airnya sudah khusus karena gas yang terkandung dalam batok kelapa sudah melebur ke dalam air kelapa yang melewati proses pembakaran,” kata Idris, Kamis (9/5/2019).

Idris menjelaskan, untuk menghasilkan kelapa muda bakar haruslah melewati beberapa proses. Dimulai dari membakar hingga mengupas kulit kelapa, waktu yang dibutuhkan juga tidak sebentar, itu pun tergantung jumlah kelapa yang hendak dibakar.

Proses pembakaran dilakukan pada pagi hari, kelapa muda ditumpuk di bawah gunungan ranting serta patahan kayu yang sudah disiapkan di tepi pantai desanya. Kelapa muda bakar juga sering ditemukan di tempat-tempat lain. Namun, cara membakar yang berbeda plus rendaman air asin membuat rasa kelapa muda bakar di desa tersebut berbeda.

Sekitar satu jam waktu yang dibutuhkan untuk membakar, kemudian dilanjutkan dengan proses mengupas dilakukan dengan cara direndam ke dalam air laut untuk menjaga kehangatan. Pembakaran sengaja dilakukan di tepi laut untuk membuat rasa dan prosesnya lebih mudah.

Dalam sehari, dirinya mampu menjual hingga 100 buah kelapa muda bakar. Sementara bahan baku kelapa muda alami diambilnya dari kebun milik keluarganya. Pembeli yang datang bukan hanya dari dalam daerah saja, bahkan dari kabupaten tetangga juga ramai datang ke tempatnya untuk memperoleh kelapa muda bakar.

“Dalam sehari ada 80 sampai 100 buah kelapa muda bakar yang terjual dalam kurun waktu dua jam dimulai dari pukul 16.00 WIB sampai menjelang berbuka, pembeli ada dari sekitar sini dan ada dari luar daerah juga,” ujarnya.***

Komentar

Loading...