Iklan HUT 16 TAHUN MODUS ACEH

Jelang HUT Adiyaksa Ke 57

Kejari Idi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Pembangunan Kantor BPN

Kejari Idi Tetapkan 4 Tersangka Kasus Pembangunan Kantor BPN
Kajari Idi Aceh Timur Ali Akbar, SH. MH.
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Ilyas Ismail, Aceh Timur

IDI | Jelang HUT Adiyaksa ke 57 tahun 2017, Kejaksaan Negri Idi Aceh Timur, menetapkan empat tersangka terkait kasus tidak pidana khusus pembangunan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh Timur. “Setelah kita lakukan penyidikan  sejak 28 April 2017, perkara Pidana Khusus Pembangunan Kantor BPN Aceh Timur telah kita tetapkan empat tersangka,” beber Kepala Kejaksaan Negeri Idi, Ali Akbar, SH.MH dalam konfrensi pers di kantornya, Jumat (21/7/2017) sore.

Ada pun empat orang tersangka yang telah ditetapkan itu adalah, SR (Kepala Kantor BPN), TR (Penjabat Pelaksana Teknis Kegiatan), ML (Kuasa Direktur CV. Delpa &Co selaku pelaksana dan NR (konsultan pengawas). ”Dalam kasus korupsi pidana khusus tersebut, estimasi kerugian Negara mencapai  Rp 600 juta,” papar Ali Akbar. 

Katanya, selain kasus pembangunan Kantor BPN Aceh Timur, pada periode Januari 2017 hingga 21 Juli 2017,  seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Idi, Aceh Timur, juga melakukan penyidikan terhadap kasus fiktif 10 Kelompok Tani (POKTAN) penyaluran bantuan sosial Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) Pola Non Kawasan Kedelai Tahun Anggaran 2015 di Kabupaten Aceh Timur. 

Penyidikan kasus bantuan sosial tersebut dimulai pada 14 Juni 2017, perkara ini masih dalam tahapan  pengumpulan bahan bukti guna penetapan tersangka. “Pada 22 Juni 2017, kita telah meminta BRI untuk memblokir rekning kelompok tani dengan total saldo mencapai Rp. 450 juta, uang tersebut akan disita setelah mendapat izin penyitaan dari Ketua Pengadilan Negeri Idi,” kata Ali Akbar.  

Pada kesempatan tersebut Kejari Idi juga memaparkan jumlah kasus Pidana Umum (Pidum) sejak Januari 2017 hingga 21 Juli 2017. Ia menyebutkan sebanyak 178 kasus pidana umum, 70 persennya didominasi kasus Narkoba sebanyak 125 kasus.  “Kasus Narkoba di Aceh Timur banyak dibandingkan dengan kasus pidana umum lainya, sedangkan kasus lainya sangat sedikit,” jelas Kajari Idi. Sambungnya, bahkan saat ini Kajari Idi Aceh Timur juga melakukan penututan terhadap kasus pencucian uang yang melibatkan satu terdakwa kasus narkoba berinisial FKR warga Kecamatan Idi Tunong, Aceh Timur. 

“Dalam kasus ini sedikitnya ada 61 item barang bukti pencucian uang, mulai dari mobil, truk, satu pabrik padi modern, rumah, 57 item tanah dan uang Rp 1,5 miliar. Perkara ini telah dilakukan penuntutan disidang pertama di Pengadilan Negeri Idi Aceh Timur, saat ini masih dalam tahap penundaan persidangan,” kata Kajari.

Selain itu, Ia juga menambahkan, Kejaksaan Negeri Idi sangat serius dalam menangani semua kasus, baik Pidana Umum (Pidum), atau Pidana Khusus (Pidsus) dan juga pihaknya aktif dalam melakukan fungsi Jasa Pengacara Negara terkait sejumlah kasus, termasuk pedampingan pihak BPJS terhadap penagihan iuran BPJS di beberapa perusahaan dalam wilayah Aceh Timur.***

Komentar

Loading...