Terkait Dugaan Korupsi di Kemenag Aceh

Kejari Banda Aceh Tahan Direktur PT. Supernova  

Kejari Banda Aceh Tahan Direktur PT. Supernova  
Dok. MODUSACEH
Penulis
Rubrik

Banda Aceh l Lama setelah menetapkan dua tersangka, terkait dugaan korupsi di Kanwil Kemanag Aceh. Kejaksaan Negeri Banda Aceh akhirnya menahan Direktur PT. Supernova, Hendra Saputra dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPTK) Kemenag Aceh berinisial Y.

Penahanan itu dimulai Senin, 29 Oktober 2018 dan selama 20 hari kedepan, guna mempersiapkan dakwaan untuk dilimpahkan pada Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh, selanjutnya  disidangkan.

Kasi Intelijen Kejari Banda Aceh, Himawan menjelaskan. Berkas perkara korupsi di Kemenag Aceh telah lengkap, dan telah masuk pada tahap ke dua. Berikut barang bukti telah dilimpahkan dari penyidik Kejati Aceh ke Kejari Banda Aceh.

"Setelah diteliti berkas perkara lengkap. Tersangka dan barang bukti telah serahkan ke pihak kami (Kejari). Setelah itu dua tersangka kita lakukan penahanan. Tersangka dititipkan di Lapas Lambaro, Aceh Besar," kata Himawan, Senin (29/10).

Dalam kasus ini, kata Himawan, Direktur Utama PT Supernova, telah mengembalikan uang  Rp 1 miliar lebih ke penyidik sebagai pengganti kerugian negara.

Himawan menargetkan, proses penahanan selama 20 hari oleh penyidik, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan mempersiapkan dakwaan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Banda Aceh.

Sebelumnya, Kejari Banda Aceh menemukan dugaan korupsi korupsi perencanaan dan pembangunan Gedung Kemenag Aceh tahun anggaran 2015 yang bersumber dari APBN dengan anggaran Rp 1,1 milliar.

Dalam pengembangannya, penyidik telah melakukan penetapan tiga tersangka berinisial Y, HS dan SN. Bahkan, telah memeriksa Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh. Namun, dalam perjalanannya, kasus ini diambil alih Penyidik Kejati Aceh.***

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...