Breaking News

Kebun Ganja Ditemukan, Pemilik Tetap Misteri

Kebun Ganja Ditemukan, Pemilik Tetap Misteri
Kebun ganja di wilayah pegunungan Cot Si Batee, Kecamatan Monasik, Kabupaten Aceh Besar (Foto: Cut Mery)
Penulis
Rubrik

Aceh Besar | Ibarat cerita bersambung (cerbung). Kisah penemuan dan pemusnahan ribuan batang ganja, di areal puluhan hektar, Kabupaten Aceh Besar kembali terjadi. Kali ini, lokasinya di wilayah pegunungan Cot Si Batee, Kecamatan Monasik, Kabupaten Aceh Besar.

Nah, Kamis (14/3/2019), Kapolres Aceh Besar AKBP Ayi Satria Yuddha, Wakapolres Aceh Besar Kompol Perdana Aditya Nugraha, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, Danlanud SIM, serta Dandim 0101/BS, melalukan pemusnahan 60 ribu lebih batang ganja siap panen di areal (kebun) seluas 10 hektar.

Tak hanya itu, meski batang ganja siap panen ini berhasil dimusnahkan. Namun, pemilik atau petani barang haram ini, tetap saja tak berhasil ditangkap atau diciduk. Jika pun ada, polisi dan aparat TNI, hanya menciduk para pengedar, saat mengirim bakong hijo (ganja) melalui kenderaan ke luar daerah.

20190315-kebun-ganja2

Wartawan MODUSACEH.CO Cut Mery yang ikut ke lokasi melaporkan. Untuk menuju Cot Si Batee, membutuhkan waktu dua jam perjalanan. Itu pun harus melewati dua aliran sungai dan hutan yang rindang. Saat itu, tekstur tanah pun becek karena baru saja guyur air hujan. Sampai di lokasi, ratusan batang ganja terlihat tumbuh subur di area hutan. Panjangnya setinggi orang dewasa. Saat itu juga, personel Polisi dan TNI serta Forkopimda mencabut beberapa batang ganja. Setelah itu, tanaman haram tersebut dibakar.

Wakapolres Aceh Besar, Kompol Perdana Aditya Nugraha yang berada di lokasi mengatakan. Penemuan ladang ganja di daerah pengunungan Cot Si Batee tadi, berkat informasi dari warga sekitar. Karena itu, pihaknya langsung melakukan pelacakan dan pemantauan selama dua minggu. “Pohon ganja yang dimusnahkan ini sudah setinggi 50 sampai setengah meter. Kurang lebih ada 60 ribu batang pohon,” ungkap Perdana.

Sayangnya, aparat Kepolisian Aceh Besar sampai saat ini belum nenemukan pelaku yang menanam pohon ganja tersebut. “Kami sedang berupaya menangkap pelaku, walau sudah cukup lama menyelidikinya, tapi belum dapat menemukan,” ungkap Perdana.

Menurutnya, pelaku atau petani ganja memiliki orang yang memata-matai petugas keamanan. “Mereka punya mata-mata, sudah mengetahui kehadiran petugas yang akan memusnahkan pohon ganja,” jelasnya.

Sebab itu, petani ganja sering berpindah-pindah, tergantung lokasi yang dianggap subur dan tertutup. “Sebenarnya masih ada lokasi lain yang sudah kami pantau, tapi masih kami rahasiakan untuk penangkapan selanjutnya,” ujar Wakapolres.

20190315-kebun-ganja3

Dia menambahkan, untuk pelaku atau penanam pohon ganja akan dijerat hukuman penjara 20 tahun atau lebih. Dengan mengacu kepada Pasal 1011 dan Pasal 1014, tentang penanaman ganja. Begitu, hingga kini polisi belum berhasil menciduk petani ganja tadi.

Menariknya, selang beberapa bulan kemudian, penemuan dan pemusnahan kebun ganja di Aceh Besar, kembali terjadi. Jika tidak dilakukan jajaran Kepolisian, tentu Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, dengan lokasi yang tak jauh berbeda. Salah satunya di Lamteuba, Aceh Besar. Begitupun tentang kisah penemuan dan pemusnahan kebun ganja di Aceh. Ceritanya sambung menyambung dan tak pernah usai. Sampai kapan?***

Komentar

Loading...