Kasus Perceraian di Banda Aceh Terus Meningkat

Kasus Perceraian di Banda Aceh Terus Meningkat
Foto MODUSACEH.CO/Azhari Usman
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Pejabat Pengadilan (Panitera) Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh, Drs. A Murad, MH mengakui, jumlah kasus perceraian terus meningkat di Banda Aceh.

Tahun 2015 misalnya, 259 kasus sedangkan 2016 mencapai 326 kasus. Informasi itu disampaikan A Murad pada MODUSACEH.CO di ruang kerjanya, Kantor Mahkamah Syar’iyah, Jl. Soekarno Hatta KM. 2 Gampong Mibo Banda Aceh, Kamis 5 Januari 2016, kemarin.

A Murat menambahkan, dari jumlah yang telah disebutkan itu, kasus gugat cerai lebih mendominasi. Artinya lebih  banyak  pihak perempuan menggugat cerai pihak laki-laki. Katanya  dari jumlah kasus perceraian yang tercatat di Mahkamah Syar’iyah Banda Aceh, faktor perselingkuhan menjadi penyebab terbanyak pasangan suami istri mengakhiri ikatan pernikahan mereka.

"JAdi bukan masalah ekonomi ataupun Kekerasan Dalam Rumah Tangga(KDRT),” ujarnya. Untuk itu, A Murat menghimbau kepada masyarakat, khususnya warga Banda Aceh untuk menghindari hal-hal yang dapat memicu kecemburuan yang berlebihan antar pasangan, faktor media sosial (Medsos) seperti Facebook yang sangat bebas ini juga menjadi salah-satu faktor yang mendorong orang berselingkuh.

"Jadi kurangilah hal-hal semacam itu, sehingga menghindari keretakan rumah tangga yang tidak menjadi keinginan kita semua," saran  A Murat.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...