Kasus Pembuangan Bayi Marak, Psykolog: Seks Bebas Mulai Jangkiti Remaja Aceh

Kasus Pembuangan Bayi Marak, Psykolog: Seks Bebas Mulai Jangkiti Remaja Aceh
Banda Aceh | Psikolog pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Dra. Endang Setianingsih, M.Pd mengatakan, maraknya praktek pembuangan bayi di Aceh salah satunya karena terjadi pergeseran nilai pada remaja Aceh yang mulai menganut prilaku seks bebas ala Barat. Akibatnya, banyak remaja Aceh yang hamil di luar nikah.

“Orang yang hamil di luar nikah, sering bertindak gelap mata. Jika sudah begini, mereka akan melakukan apa pun, termasuk membuang bayi, karena dianggap aib keluarga,” ujar Endang pada MODUSACEH.CO Jumat (16/09/2016).

Endang mengungkapkan,  ketika dirinya mendampingi kliennya yang mengalami pemerkosaan, dia mendapat pengakuan yang cukup meyakinkan bahwa saat ini perilaku menyimpang itu mulai marak. "Ia mengatakan awal mula terjadi perbuatan itu saat si anak ini diajak dugem oleh kawan laki-lakinya," kata Endang.

Anak itu bercerita, saat diajak dia tidak menaruh curiga akan itikad buruk kawan laki-laki yang mengajaknya. Sebab, kata Endang, ada beberapa teman perempuan yang juga ikut dugem bersama mereka. “Cewek-cewek lain juga di sana. Tapi, saya tidak tahu kalau itu dugem,” cerita Endang meniru anak itu.

Rupanya, sesampai di tempat itu, si anak ini dicekokin minuman beralkohol tinggi. Minuman yang ditenggak itu juga ditengarai bercampur pil pemabuk. Sayang, gadis itu tak mengetahuinya, sehingga terjadilah perbuatan yang tidak diinginkan itu.  Namun, ketika dirinya menanyakan di mana mereka melakukannya, anak itu menjawab bahwa dugem yang mereka lakukan itu bukanlah di tempat hiburan malam, melainkan di rumah.

“Jika begini kejadiannya di Aceh saat ini, berarti remaja-remaja Aceh mulai marak menganut seks bebas. Nah, seks bebas itu kenapa terjadi, karena kontrol keluarga atau orang tua yang begitu lalai,” kata Endang.

Belum lagi remaja Aceh dewasa ini masih sangat dangkal terhadap pemahaman pendidikan seks, seolah pendidikan seks itu adalah upaya mengarahkan anak pada pemahaman yang tidak senonoh, itu adalah pemahaman yang salah. Memberi pengetahuan pada anak tentang organ intim dan bagaimana menjaganya, dan kapan baru boleh melakukan hubungan intim sangat penting.

“Kenapa ini penting, karena moralitas anak Aceh saat ini berlomba-lomba dengan dunia IT, yang jika tidak dikontrol dan diberi pemahaman yang baik oleh keluargnya. Maka terjadilah prilaku seks bebas,yang berujung pada pembuangan bayi yang tengah marak saat ini” ungkapnya.*

Komentar

Loading...