Kasus Mark-Up Siti Maryami Segera Berlabuh ke Pengadilan Tipikor

Kasus Mark-Up Siti Maryami Segera Berlabuh ke Pengadilan Tipikor
FOTO: aceh.tribunnews.com
Jantho | Kejaksaan Negeri Jantho telah merampungkan berkas dugaan korupsi penggelembungan harga lahan UPTD Ruminansia di Aceh Besar, yang melibatkan tersangka Pejabat Dinas Pendapatan dan Kekayaan Aceh (DPKA) Siti Maryami. "Berkasnya sedang persiapan final. Senin pekan depan kami limpahkan ke Pengadilan Tipikor," kata Kajari Jantho Ikhwa Nul Hakim saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO, Jumat (23/9/2016).

Terkait: Pejabat DPKA Siti Maryami Tersangka Dugaan Mark-Up

Menurut Ikhwa Nul Hakim, berdasar hasil audit kerugian negara yang dikeluarkan BPKP, negara dirugikan senilai Rp 200 juta lebih dari proyek pembebasan lahan senilai Rp 700 juta lebih, yang dilakukan pada 2013 lalu itu. Adapun Siti Maryami saat itu bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran DPKA. "Seharusnya negara tak perlu membayar sebanyak itu. Jadi ada penggelembungan harga," katanya.

Terkait: Dugaan Mark-Up Lahan UPTD Ruminansia, Ini Kata Kadis Peternakan Aceh Besar

Proses penyidikan ini, kata Ihkwa Nul Hakim, sudah ditelusuri Kejaksaan sejak 2015 lalu. Permintaan audit pada BPKP diajukan pada September 2015. Sejauh ini, kata Ihkwanul Hakim, tersangkanya masih satu orang, karena ada proses berikutnya. "Tersangka juga tidak ditahan,," kata Ikhwa Nul Hakim.*
"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...