Kasus Gizi Buruk di Bireuen Karena Sakit, Bukan Kurang Makan

Kasus Gizi Buruk di Bireuen Karena Sakit, Bukan Kurang Makan
Sadriah
Penulis
Rubrik

Bireuen | Kasus gizi buruk yang ditemukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, bukan disebabkan faktor kurang makan. Tapi lebih kepada penyakit penyerta, juga bukan faktor ekonomi atau pola asuh.

Itu dikatakan Kadis Kesehatan Bireuen, dr Amir Addani, M.Kes melalui Kabid Kesehatan masyarakat (Kemas) Sadriah kepada MODUSACEH.CO di ruang kerjanya, Rabu (27/3/2019).

Katanya, yang termasuk gizi buruk itu umumnya bukan karena kurang makan dan faktor ekonomi, tapi pola asuh. “Kenyataannya di Bireuen dikarenakan penyakit penyerta atau sakit,” sebutnya.

Tahun 2018 lalu, Dinkes Bireuen menanggani 23 kasus, namun hanya dua kasus yang benar-benar gizi buruk. “Sementara yang lain penyakit penyerta dan lebih dominan karena kelainan jantung,” ungkap Sadriah.

Sementara untuk 2019 jelasnya, baru dua kasus yang ditemukan. Jumlah itu belum ada yang akurat atau betul-betul karena kurang gizi akibat kurang makan atau karena penyakit. ”Kemungkinan April 2918 baru kita buat penanganan supaya kita tahu dari hasil pemeriksaan dokter, apakah dia kurang makan atau penyakit penyerta,” jelasnya.

Kata dia, untuk mengatasi permasalahan ini Dinas Kesehatan Bireuen, melakukan penanganan setiap setahun sekali.***

Komentar

Loading...