Karena Pengambilan Obat Terlalu Lama, Pasien RSUDZA Banda Aceh Mengeluh

Karena Pengambilan Obat Terlalu Lama, Pasien RSUDZA Banda Aceh Mengeluh
Penulis
Rubrik
Sumber
Reporter Banda Aceh/NM

Banda Aceh | Heni (28), pasien Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh mengeluh. Sebab,  proses pengambilan obat di apotek rawat jalan terlalu lama. Keluhan itu disampaikan kepada media ini, Selasa, (06/11/2018).

Menurut Heni , pelayanan obat di rumah sakit itu belum maksimal. “Saya sudah menunggu obat sejak kemarin. Ibu saya jatah minum obat itu jam 09.00 WIB setiap hari, tetapi karena proses pengambilan obatnya lama, maka ibu saya minum obatnya pagi hari ini,” ujarnya.

Terkait masalah ini, Kepala Instalasi Farmasi RSUDZA Banda Aceh, Syarifah Maraiyuna menjelaskan. Banyak proses yang harus dilalui untuk pelayanan obat sampai ke tangan pasien, karena meracik obat membutuhkan ketelitian untuk menghindari kesalahan.

“Inilah alur pelayanan di depo farmasi rawat jalan. Resep diberikan oleh dokter, lalu diberi nomor, diverifikasi/skrining resep, kelengkapan obat, penyimpanan obat, verifikasi akhir, baru penyerahan obat dan pemberian informasi atau konseling obat,” jelasnya.

Selanjutnya kata dia, dalam meracik obat memakan waktu lama karena perlu ketelitian supaya tidak terjadi kesalahan. Permasalahan juga saat skrening, dan verifikasi resep, yaitu kesulitan menghubungi dokter penulis resep, obat kosong dicarikan di depo/statelit farmasi lainnya.

“Dari 30 sampai 60 menit meracik obat, CITO atau Standing Order 5 menit. Namun, waktu yang tertera dalam standar sangat tergantung pada jam pelayanan (jam puncak pelayanan resep rawat jalan jam 11.00 sampai dengan 14.00 WIB),” ujarnya.

Dia juga menjelaskan. “Perbedaan apotek lain, jumlah resep yang masuk umumnya tersalurkan rata di setiap jam. Di instansi farmasi RSUZA akan ada peak hour (jam sibuk) yaitu pukul 11-12. OO WIB. Kami melayani 900 resep setiap hari,” ungkap Syarifah.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...