Kapolri Tito: “Demo 4 November Juga Dipicu Agenda Khilafah”

Kapolri Tito: “Demo 4 November Juga Dipicu Agenda Khilafah”
Tribunnews.com
Penulis
Sumber
islamindonesia.id

 

 

 

Jakarta | Dalam program Mata Najwa bertajuk ‘Menjaga Bhineka” tadi malam (2/11), hadir sebagai narasumber Direktur Eksekutif The Wahid Institute Yenny Wahid, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Semua narasumber sepakat bahwa demo sebagai wadah aspirasi dipersilakan. Tetapi dalam kasus Ahok ini, mereka tidak menampik kemungkinan bahwa demo tersebut bisa saja ditumpangi oleh kelompok-kelompok yang bertujuan memecah belah bangsa. “Kalau saya lihat, demo ini terpicu oleh beberapa hal, pertama kelompok yang memang dari awal tidak suka terhadap gaya bicara Basuki Tjahaja Purnama; kedua, kelompok yang terprovokasi atas nama penistaan agama; dan ketiga, kelompok yang mempunyai agenda Khilafah,” ungkap Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dalam kesempatan yang sama.

Dalam diskusi di Wahid Institute, peneliti Institute Analisis Kebijakan Konflik Sidney Jones juga mengafirmasi potensi demo 4 November ditunggangi kelompok Islam garis keras. Apalagi telah beredar foto kelompok Jaisy Al Fath di Suriah yang bertuliskan ‘Tangkap Ahok atau Peti Mati Ahok’. Selain itu, Abu Jibril – petinggi Majelis Mujahidin Indonesia juga tercatat telah terlibat dalam gerakan ini minimal sejak aksi 14 Oktober lalu.

Nama Abu Jibril, seperti lansir Tempo, pernah disebut-sebut dalam tragedi bom bunuh diri di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, keduanya di Jakarta, pada 2009. Salah satu anaknya, yaitu Muhammad Jibril Abdurrahman alias Ricky Ardan, divonis lima tahun penjara karena terbukti melakukan pidana terorisme. Putranya yang lain, Muhammad Ridwan, telah tewas di Suriah ketika bergabung dengan kelompok An-Nusra, cabang kelompok teroris Al-Qaeda sebagaimana ISIS. Ridwan atau yang dikenal sebagai Abu Omar itu dikabarkan tewas akibat terkena peluru tank di Kota Idlib – Suriah, pada  26 Maret 2015. “Kalau melihat fakta tersebut, gerakan 4 November nanti memang berpotensi ditunggangi oleh kelompok-kelompok garis keras,” kata Sydney dalam diskusi ‘Ancaman Radikalisme dan Terorisme di Pilgub DKI’ di Wahid Institute, Jakarta, Selasa (1/11). Selain ISIS dan An Nusra yang dikenal dengan agenda Khilafahnya, Hizbut Tahrir di Indonesia juga populer dengan agenda ini. Dan seperti diberitakan sebelumnya  “Demo Ahok” oleh massa HTI ini digelar di berbagai titik di Tanah Air dan menariknya, spanduk demo yang digunakan mirip satu sama lain. “Aksi Nasional” inipun diabadikan dan dipamerkan ke publik via akun “Khilafah Pos” (22/10). Setidaknya 25 foto yang dimuat dalam album bertajuk “Hukum Ahok” ini.***

 

Komentar

Loading...