Terkait Teror BOM Kantor Redaksi MODUS ACEH

Kapolri: Saya Perintahkan Polda Aceh dan Polres Tangkap Pelakunya!

Kapolri: Saya Perintahkan Polda Aceh dan Polres Tangkap Pelakunya!
dok.MODUSACEH.CO

Jakarta | Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberi atensi dan perhatian khusus terhadap peristiwa peledakan bom rakitan Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH di Banda Aceh. “Saya memberikan atensi dan perintahkan jajaran Polda Aceh dan Polresta di Aceh, untuk segera menemukan dan menangkap pelakunya,” tegas Kapolri.

Penegasan itu disampaikan, menjawab pertanyaan M. Nasir Djamil, anggota Komisi III, DPR RI asal Aceh dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, DPR RI, Kamis (19/7/2018). Menurut Nasir Djamil. “Kemarin dalam Raker bersama Kapolri, saya telah meminta  agar Kapolri memberikan atensi yang serius terhadap kasus pemboman yang terjadi di Kantor Redaksi  Tabloid MODUS ACEH,” kata politisi PKS ini.

Itu menjadi penting, karena Aceh merupakan daerah bekas rawan konflik. Selain itu, menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilres 2019, Polri harus sedini mungkin melakukan penditeksian dengan tingkat kerawanan tinggi, khususnya kriminal bersenjata dan bahan peledak. “Peristiwa itu jalan sampai menjadi preseden jelek dan membuka peluang bagi pelaku kriminal, untuk berbuat seenaknya di Aceh,” tegas Nasir Djamil.

Itu sebabnya, Nasir Djamil memberi apresiasi terhadap jajaran Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh, yang sudah  melakukan upaya untuk menemukan siapa pelakunya. Walau pun sampai saat ini belum ditemukan. “Saya yakin polisi akan menangkap dan mengungkap kasus ini dan saya akan terus pantau kasus ini dan tetap berkomunikasi dengan Kapolri agar secepatnya diungkap dan ditangkap pelakunya,” ujar politisi senior tersebut.

Nasir Djamil juga berharap, Polda Aceh dan Polres Banda Aceh  mampu bekerja keras sehingga pelaku dan dalang intelektualnya dapat ditemukan dan ditangkap serta diproses hukum. “Pemboman Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH adalah bentuk lain sebagai upaya pembungkaman kebebasan pers yang dilindungi oleh undang-undang,” ucap Nasir Djamil.

Sebelumnya, atau Sabtu, 30 Juni 2018, Kantor Redaksi Tabloid MODUS ACEH, MODUSACEH.CO dan Majalah INSPIRATOR di Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, diledakkan menggunakan orang tak dikenal (OTK) dengan bom rakitan. Akibatnya, sebagian kaca depan kantor hancur dan terbakar. Peristiwa itu terjadi, sekitar pukul 9.00 WIB, setelah sejumlah karyawan masuk kantor. Untungnya, dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol. Trisno Riyanto membeberkan fakta yang mencengangkan terkait bom tersebut. “Setelah dilakukan identifikasi Personel Penjinak Bom (Jibom) Polda Aceh, ternyata itu bom rakitan, bukan bom molotov. Dan, ini tidak main-main, kalau sempat meledak bisa memakan korban jiwa dan kontor itu bisa lenyab dengan tanah,” jelas Trisno Riyanto sambil menggeleng kepala pada media ini, di ruang kerjanya, Kamis (12/718).

Trisno Riyanto juga memastikan bom tersebut bukanlah bom molotov seperti diberitakan banyak media. Menurutnya, bom itu sengaja dirancang dan diduga dirakit oleh orang yang profesional. Itu sebabnya, kata Trisno Riyanto, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mengungkap pelaku bom tersebut, yakni dari jajaran Polresta Banda Aceh, Polda Aceh, dan Mabes Polri.

“Tentu, tim ini terus bekerja dan kita harapkan dalam waktu dekat akan dibuat sketsa wajah, berdasarkan rekaman CCTV. Dan, saya pastikan kasus ini menjadi perhatian nasional, maka kita harapkan secepatnya dapat kita ungkapkan,” janji Trisno Riyanto.

Walau belum bisa memastikan secara pasti. Namun, Trisno Riyanto mengaku pengeboman itu erat kaitannya dengan pemberitaan yang dipublikasi Tabloid MODUS ACEH. “Kita juga telah memeriksa empat saksi, termasuk Pak Saleh (Pimred MODUS ACEH).  Kita harapkan, dengan keterangan beliau dapat mempercepat pengungkapan kasus ini,” harap Trisno Riyanto.

Pimred MODUS ACEH, H. Muhammad Saleh, SE menduga, pengeboman itu erat kaitanya dengan pemberitaan yang diterbitkan tabloid ini. “Saya menduga seperti itu, karena kita konsen memberitakan dugaan korupsi pembangunan Dermaga CT3 Sabang dan  lelang proyek Balohan Sabang (BPKS Sabang) dan hak interpelasi yang diajukan DPR Aceh,” kata Muhammad Saleh pada awak media pers ketika itu.***

Komentar

Loading...