Breaking News

Terkait Perlepasan Terduga PSK Online

Kapolresta Banda Aceh Trisno Ryanto: Mereka Bukan Pelaku!

Kapolresta Banda Aceh Trisno Ryanto: Mereka Bukan Pelaku!
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Mopolresta Banda Aceh. Enam perempuan muda yang diduga sebagai PKS online dilepaskan dan dikenakan wajib lapor. Banyak pihak di Banda Aceh menyayangkan sikap Kapolresta Banda Aceh AKBP. Trisno Ryanto, SH. Menurut masyarakat, kenapa aparat kepolisian seolah membiarkan pelaku yang diduga telah melanggar syariat Islam itu dibebaskan.

Lantas. Apa kata Trisno Ryanto? Pada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik di Mapolresta Banda Aceh, Selasa (10/4/18), dia menegaskan. Enam wanita yang diduga PSK online bukan pelaku prostitusi. Sebab, keenam wanita tadi diamanakan setelah petugas mengamankan pria yang diduga sebagai mucikirai berinisial MRS (27).

“Polisi melakukan undercover (penyamaran) sehingga menangkap mucikari, dan melakukan pemeriksaan. Ditemukanlah wajah-wajah baru (enam wanita diduga PSK onine). Sehingga dari pengakuan mucikari kita undang kemari, lalu kita lakukan pembinaan. Nah, bagaimana kita jerat mereka? Karena yang bersangkutan tidak mengakui melakukan pezinaan, dimana dan kapan melakukan itu? Sehingga kita tidak bisa tangkap. Jadi, mereka bukan pelaku.” tegas Trisno Ryanto.

Jelas Trisno, berbeda dengan MRS dan seorang wanita yang diduga PSK. Keduanya telah mempunyai unsur melawan hukum karena telah melakukan transaksi. ”Tugas kita melakukan secara preventif dan represif. Kalau represif kita lakukan karena dia terbukti melakukan pelanggaran dan kita juga melakukan pembinaan, sehingga jangan sampai melakukan tindak pidana. Sampai saat ini, keenam wanita ini masih wajib lapor,” jelasnya.

Lebih lanjut, Trisno memaparkan. Penanganan kasus yang melibatkan MRS dan satu wanita yang diduga PSK online hampir rampung dan segera diserahkan pada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk disidangkan pada Mahkamah Syariat Islam, dengan sangkaan melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014. ”Saya tegaskan, yang terbukti melakukan pelanggaran pasti kita usut, jadi tidak benar kita melepaskan mereka,” tegas Trisno Ryanto.

Sebelumnya,  anggota Mapolresta Banda Aceh menangkap terduga PSK online berinisial MRS (27), di The Pade Hotel, Lampeuneurut, Aceh Besar, Rabu malam, (21/3/18). Dari pengakuannya, anggota Unit PPA Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, menciduk tujuh orang yang diduga sebagai PSK online di Banda Aceh. Mereka adalah Ay (28) karyawan swasta, dan enam yang masih tercatat sebagai mahasiswi, CA (24), RM (23), DS (24), RR (21), IZ (23), dan MJ (23). Kini, MRS masih ditahan di Mapolresta guna pemeriksaan lebih lanjut.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...