Breaking News

Diduga Terlibat Perdagangan Manusia dan Jadi Buruan Interpol

Kapal Berbendera Togo Ditangkap di Perairan Sabang

Kapal Berbendera Togo Ditangkap di Perairan Sabang
ist
Penulis
Editor

Sabang | Tim WFQR Lantamal I serta KAL Simeulue Lanal Sabang, Jumat, 6 April 2018  berhasil menyergap, memeriksa dan menangkap satu unit kapal ikan yang selama ini menjadi buruan Interpol dan target operasi. Lokasinya  sekitar 13 Nm timur Pulau Weh Sabang.

Data yang diperoleh media ini menyebutkan, kapal itu bernama STS-50 (Sea Breeze/Andrey Dolgov/STD No 2),  GT : 378,  Call Sign: SVDR2,  IMO : 08715773 dengan bendera  Togo (Afrika). Kapal itu dinahkodai  Matveeb Aleksandr, warga negara Rusia. Isinya, 30 orang pekerja, 20 diantaranya warga negara Indonesia, 8 Rusia dan 2 Ukraina.

Penangkapan ini terjadi, 29 Maret 2018. Saat itu Perwira TNI AL yang bertugas sebagai ILO IFC TNI AL di Singapura menerima informasi dari ILO Perancis dan Centre Regional de Fusion d'Information Maritimes (CRFIM) Madagascar serta hasil pembahasan pada Daily Brief di IFC yang diinformasikan tentang terdeteksinya satu unit kapal bernama STS-50 (juga dikenal sebagai SEA BREEZE atau ANDREY DOLGOV atau STD NO2) yang terlibat Ilegal, Unreported, Unregulated Fishing(IUUF) dan dugaan Human Trafficking.

Diketahui kemudian, kapal tersebut telah berada di ZEE Madagaskar dengan tujuan akhir kemungkinan besar perairan Indonesia. Posisi kapal saat itu berada di  STS-50, tanggal  31 Maret 2018,1 54' 13.32" S-74 40'45.12" E dengan kecepatan 9,2 Knots Halu Timur. Dengan halu dan cepat yang konstan, diperkirakan kapal tersebut akan masuk ke perairan Utara Sumatera, 6 April 2018.

20180407-awak-kapal

Nah, April 2018, perwira TNI AL  mendapatkan update informasi bahwa posisi Kapal STS-50 dari Satgas 115 dan TNI AL halu kapal menuju ke Selat Malaka. Diduga, kapal tersebut telah melakukan pelanggaran  Purple Notice Interpol yang dikeluarkan oleh New Zealand. Selain itu, Kapal STS 50 ini pernah melarikan diri dari Port Yantai China pada Mei 2016 serta melarikan diri dari Mozambik.

Berdasarkan informasi dan keterangan dari ABK, kemungkinan adanya Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) terkait dengan kelancaran dan besaran gaji, kecukupan makanan dan kelayakan standar hidup/cukup tidaknya waktu istirahat yang diberikan. Selain itu, telah memalsukan Transmitter AIs dengan Nomor MMSI yang tidak sesuai antara jenis kapal dengan fisik kapal. Atas dugaan pelanggaran tersebut maka STS-50 ditangkap dan dikawal oleh KAL Simeulue menuju ke Lanal Sabang.***

Komentar

Loading...