Terkait Penyeludupan Bawang Merah di Langsa

Kanwil Bea Cukai Kota Langsa Sulit Tangai Kasus

Kanwil Bea Cukai Kota Langsa Sulit Tangai Kasus
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh dan Bea Cukai Kuala Langsa menghibahkan bawang merah 30 ton hasil sitaan atau barang bukti (BB) tindak pidana penyeludupan barang impor kepada masyarakat Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Besar dan Kota Langsa.

Bawang merah tersebut merupakan, hasil sitaan dalam muatan kapal Ex. KM Anak Kembar Gt 25 no. 321/QQd asal Thailand, yang berhasil digagalkan tim Bawah Kendali Operasi (BKO) Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Khusus Kepri, 11 Maret 2019 lalu.

Itu disampaikan Kepala Kantor Bea Cukai Kuala Langsa, Muhammad Syuhadak saat penyerahan bawang merah secara simbolis di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh Jl. T. Imum Lueng Bata. Selasa, 19 Maret 2019.

Katanya, mereka menemukan kapal pemasok bawang merah di perairan ujung Tamiang yang diangkut Ex. KM Anak Kembar Gt 25 no. 321/QQd. Saat ditemukan, langsung dilakukan penindakan kepada penumpang kapal tersebut dan barang bukti dibawa ke Banda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Muhammad Syuhadak mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih kesulitan dalam menangani kasus penyeludupan bawang merah di perairan tersebut. Karena, mereka masih menggunakan kapal yang hanya dapat menempuh jarak 6 mil. Sedangkan pelairan yang harus di pantau sekitar 125 kilo meter.

“Kami harus memantau pelairan di 5 kota yaitu, Langsa, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Gayo Lues. Dari ujung Aceh Timur sampai Aceh Tamiang, ada sekitar 125 kilo meter untuk menempuh perairan tersebut,” ungkapnya. 

Muhammad Syuhadak

Selain itu, mereka kesulitan karena sifat perairan memiliki banyak jalur masuk yang dapat dilalui kapal besar dan memiliki berat mencapai 5 ton hingga 10 ton. Sebab itu, Kantor Bea Cukai Kuala Langsa melakukan patroli gabungan dengan Kepri yang memiliki kapal yang dapat menempuh jarak hingga 12 mil.

Dia juga menambahkan, pelaku penyeludupan bawang merah asal  Thailand ini, sudah diamankan pihak berwajib dan segera ditindaklanjuti. “Ada lima orang tersangka yang masih diselidiki polisi di Kota Langsa,” ujarnya. 

Lanjutnya, untuk sanksi atas penyuludupan barang impor ini diatur dalam Pasal 102 huruf a, Undang-Undang Nomor 7 tahun 2006, tentang pengangkutan barang impor. Dengan penjara paling lama satu tahun dan membayar denda paling banyak sebesar Rp 5 miliar.***

Komentar

Loading...