Kanji Rumbi dan Tradisi Memasak di Masjid Ujong Kalak

Kanji Rumbi dan Tradisi Memasak di Masjid Ujong Kalak

Meulaboh | Tata Irfan begitu sibuk meracik sambal dalam baskom kecil. Itu dilakukan untuk memastikan agar rasa tetap nikmat saat disantap. Sementara beberapa warga juga terlihat mengayunkan centong di dalam dua buah belanga besar yang berisikan air serta rempah-rempah pilihan. Sebagai kepala koki, ia memastikan masakan berbuka untuk warga tetap terasa lezat.

Di Masjid Al-Mabrul Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat memilik satu tradisi masak bersama di bulan ramadhan yakni Kanji Rumbi. Bubur yang kaya campuran rempah itu digadang-gandang sangat berkhasiat. Bahkan makanan tersebut diganggap sebagai sajian untuk sultan di masanya.

Sejak tahun 70-an tradisi masak bersama di masjid telah dilakukan warga di sana. Hingga saat ini Kanji Rumbi menjadi pilihan sebagai menu berbuka puasa jamaah masjid, para tamu dan pendatang. "Kalau bahan bahannya sudah disiapkan sejak kemarin, kita mulai persiapan mencincang bahan yang ada dari siang sesudah Dzuhur, kemudian proses masak di mulai sesudah Ashar, butuh waktu 2 sampai 3 jam untuk memasak Kanji Rumbi," kata Tata Irfan saat ditemui di lokasi, Sabtu (11/5/2019).

Ia mengungkapkan, seluruh bahan masakan masak setiap harinya berasal dari pemberian warga yang mampu. Bahkan ada menu lain seperti gulai kambing yang disajikan sebagai menu berbuka. Kalau diperkirakan dalam rupiah, setiap satu kali memasak Kanji Rumbi untuk ukuran dua belanga besar, Rp 5 juta.

Bedanya, resep masakan Kanji Rumbi yang dipakai oleh warga di sana sudah turun temurun dan berbeda dengan rasa di daerah lain. Selama ini, makanan memang jarang dijumpai di luar bulan Ramadan. di Aceh Barat hanya Masjid Al Mabrul Ujong Kalak yang menjadikannya tradisi sebagai menu bukaan.

Jika dilihat sekilas Kanji Rumbi menyerupai bubur ayam. Namun tidak serupa, sebab rasa, bahan dan proses masaknya sangat berbeda. Pertama yang dituang dalam kuali besar ialah minyak goreng, dilanjutkan ayam, setelah itu baru dituangkan air dan rempah-rempah.

Usai mendidih sedikit baru dituangkan beras, diaduk hingga beras mengumpal dan matang. Lalu baru dimasukkan sayuran. Sementara bumbu sesudahnya diracik terpisah namun disantap secara bersama dengan kanji.

"Kanji Rumbi bisa dimasak dengan ayam, karena bahan baku utamanya beras dan rempah, terkadang ada juga yang mencampurkan udang di dalamnya. Yang pasti kita mempunyai rasa yang berbeda dari tempat dan daerah lain di Aceh," katanya.

Dalam sekali masak mampu untuk 500 porsi saja, warga yang ingin merasakan bagaimana lezatnya Kanji Rumbi dipersilahkan datang ke masjid tersebut dengan membawa tempat, panitia di sana akan memberikan sedikit kanji rumbi untuk satu kali santap.***

Komentar

Loading...