Breaking News

KAMMI Aceh Tolak Hukuman Cambuk Secara Tertutup

KAMMI Aceh Tolak Hukuman Cambuk Secara Tertutup
IST

Banda Aceh | Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMl) Tuanku Muhammad menolak secara tegas rencana pelaksanaan hukuman cambuk secara tertutup.

"Jika dilakukan secara tertutup maka efek jera dan pembelajaran bagi masyarakat lain tidak akan kita dapatkan. Belum lagi proses pelaksanaannya, akan ada ketidakpercayaan publik, apa sudah dilaksanakan atau belum, karena dilakukan secara tertutup," sebut Tuanku Muhammad, di Banda Aceh, Rabu, (12/07/17).

Berkaitan dengan kekhawatiran akan akibat kurangnya investasi ke Aceh, menurut Tuanku, itu kekhawatiran yang terlalu mengada-ada.  Jika memang karena hukuman cambuk dapat menimbulkan kekhawatiran investasi di Aceh maka tentu di Negara Arab Saudi yang menerapkan cambuk secara terbuka dan hukuman yang lebih berat seperti qishas, rajam dan potong tangan, tidak akan ada investor yang mau berinvestasi.  Tapi buktinya hal itu tidak terjadi.  

Malahan, Senator Kerajaan Malaysia mewakili Negeri Kelantan, Datuk Dr Johari Bin Mat ketika berkunjung ke Aceh, 20/3/2017) mengaku sangat kagum dengan hukuman cambuk yang diterapkan di Aceh.

Ia berharap pelaksanaan syariat Islam di Aceh bisa terus berlanjut dan diberikan keamanan dan ketertiban. Ia juga berharap, seluruh umat Islam di dunia agar tunduk dan patuh terhadap hukum syariat Islam di Aceh.

“Karena memang ini adalah kewajiban dan ibadah kepada Allah SWT,” ucap Tuanku meniru ucapan Datuk Dr. Johari.

Menurut Tuanku, hukum cambuk yang terbuka di Aceh bukan untuk menyakiti terhukum, melainkan, agar pelaku insaf dan bertaubat atas kesalahan yang telah diperbuat. Serta memberikan pendidikan bagi masyarakat lain agar tidak melakukan perbuatan tercela. 

Untuk itu, mewakili KAMMI Aceh, Tuanku mengharapkan agar Pemerintah Aceh bisa mengkaji ulang rencana pelaksanaan cambuk secara tertutup dan membatalkan rencana ini.  Kemudian Pemerintah Aceh harus bisa menyakinkan bahwa hukuman cambuk di Aceh tidak akan mengganggu proses investasi yang akan berjalan nantinya. 

Sebelumnya, Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh berencana mengubah tata cara eksekusi hukuman cambuk agar tidak dilakukan di depan khalayak ramai. Hal ini dilakukan agar tidak terbentuk persepsi negatif yang mempengaruhi minat investasi di Bumi Serambi Mekah. Nantinya, hukuman cambuk akan dilaksanakan di tempat tertutup dengan dihadiri beberapa saksi. "Jadi teknis pelaksanaannya kami modifikasi. Nanti (hukuman cambuk dilakukan) di dalam penjara agar tidak direkam dan didramatisasi," kata Wakil Gubernur Aceh Nova Iriansyah, usai rapat terbatas terkait proyek strategis di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7).

Nova mengatakan, pelaksanaan hukuman cambuk kerap diviralkan hingga mempengaruhi para investor yang hendak menanamkan modalnya di Aceh. Jika sudah begitu, penjelasan dari pemerintah pun seolah tak ada artinya untuk mengembalikan minat mereka.

Soal persepsi ini dikatakan Nova merupakan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo yang akrap disapa Jokowi. Dia mengatakan Jokowi meminta agar Pemprov Aceh menjelaskan kepada dunia luar sana agar Qanun yang diterapkan Aceh tidak dipersepsikan terlalu negatif.

“Itu persepsi sebetulnya, tapi di luar negeri itu sangat tidak baik. Karena itu Pak Presiden minta agar pemerintah Aceh menjelaskan bahwa itu tidak seperti yang dipersepsikan,” ujar Nova.***

Komentar

Loading...