Melirik Standar Kompetensi Manajerial Calon Sekda Aceh (bagian dua)

Kamaruddin Andalah; Birokrat Karir, Berusaha Hindari Konflik  

Kamaruddin Andalah; Birokrat Karir, Berusaha Hindari Konflik  
Foto: youtube
Sumber
Muhammad Saleh/Pimpinan Redaksi MODUSACEH.CO

MODUSACEH.CO | Namanya mulai mencuat sejak menjadi Kepala Biro Tata Pemerintahan, Sekretariat Daerah Provinsi Aceh. Lalu, dipercaya Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sebagai Pejabat Sementara Bupati Pidie Jaya. Kepercayaan ini dilaksanakan dengan menghantarkan Pilkada Pidie Jaya 2018 pada katagori sukses.

Walau sempat muncul berbagai gejolak kecil, tapi mampu diredam Kamaruddin, sehingga Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, akhirnya berjalan aman dan terkendali.

Entah itu sebabnya, Irwandi kemudian memberinya kepercayaan sebagai Kepala Badan Kepegawaian Aceh (BKA) dan kini Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh.

Bisa jadi, karena pengalaman birokrasi tersebut, Kamaruddin Andalah mampu meraih nilai tertinggi dalam seleksi calon Sekdaprov Aceh. Namun satu hal yang patut dicatat, sebagai birokrat karir, Kamaruddin Andalah merupakan sosok Aparatur Sipil Negara (ASN) yang selalu berusaha untuk menghindari konflik. Baik di internal birokrasi maupun di luar sistem pemerintahan.

Saat Aceh dipimpin dr. Zaini Abdullah-Muzakir Manaf (Mualem) misalnya, Kamaruddin adalah sosok birokrat yang dinilai memiliki kemampuan dalam tata kelola administrasi dan manajemen pemerintahan. Dia nyaris tak mau berdebat pada hal-hal di luar prinsip pemerintahan, namun tetap bertahan pada kebijakan yang dinilai "melanggar" aturan.

Artinya, tak mau larut dalam sistem diluar aturan. Bisa jadi, karena prinsip tersebut, posisi dan kursinya hingga kini masih aman dari kaca mata aparat penegak hukum. Khususnya, kasus dugaan korupsi yang kini menjerat Irwandi Yusuf, Gubernur Aceh nonaktif di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dari sisi geografis (kedaerahan), munculnya nama Kamaruddin Andalah sebagai calon Sekda Aceh, bisa disebut mewakili Kabupaten Pidie. Posisi ini menjadi penyeimbang bagi Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, untuk mengusulkan calon Sekda Aceh kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Begitupun, tak tertutup kemungkinan, walau memperoleh nilai tiga besar tertinggi dari hasil seleksi, nama Kamaruddin hanya sebagai pelengkap saja. Sebab, bukan mustahil, sesungguhnya Nova Iriansyah sudah memiliki jagoan sendiri.***

Komentar

Loading...