Breaking News

Penetapan Tersangka Pengadaan Tanah di Sabang

Kajati Aceh: Pengadaan Tanah Sengaja Diarahkan Milik ZA

Kajati Aceh: Pengadaan Tanah Sengaja Diarahkan Milik ZA
Azhari Usman/ MODUSACEH.CO
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Setelah menetapkan dua tersangka, yakni ZA dan MM dalam kasus dugaan penggelembungan harga tanah di Kota Sabang, Kepala Kejati Aceh, Chaerul Amir menceritakan kronologis pengadaan tanah tersebut yang berujung pada temuan penyidik Kejati Aceh.

Chaerul Amir menceritakan. Pada awal perencanaan dan pembahasan anggaran di DPRK Sabang, tersangka ZA masih menjadi anggota DPRK Sabang. Kala itu, pengadaan tanah sengaja diarahkan milik ZA untuk pembangunan kompleks perumahan guru di Dinas Pendidikan Kota Sabang.

“Waktu ditetapkan proyek ini nilainya sebasar Rp 1,6 miliar. Dan, saat pelaksanaan juga dengan nilai yang sama dan tanah ini milik ZA,” tegas Dr. Chaerul Amir pada awak media pers di Kejati Aceh, Bathoh, Banda Aceh, Selasa (9/10/18)

Hasil penyelidikan penyidik, tanah tersebut seharga Rp 20 ribu per meter berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Ternyata, setelah dilakukan pemebebasan diatas NJOP atau senilai Rp 170 ribu per meter dengan luas 9.437 meter persegi, di Kecamatan Suka Karya, Kota Sabang,” ungkapnya.

Sebelumnya, anggaran sebasar Rp. 1,6 miliar berada di Dinas Pendidkan Kota Sabang bersumber dari Anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) setempat. Berdasarkan, penyidikan Kejati Aceh,  harga tanah seluas hampir satu hektar itu digelembungkan. Kerugian negara berdasarkan perhitungan penyidik sekitar Rp 900 juta lebih.

Kegiatan ini juga ditengarai tidak melalui proses perencanaan yang tepat dan melanggar tata ruang Sabang. Diduga, kegiatan ini merupakan bagian dari dana aspirasi karena angka tersebut baru muncul pada pembahasan di DPRK Sabang.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - pilihan Anda sangat menentukan -

Komentar

Loading...