Terkait Tenggelamnya Boat di Perairan Pulau Aceh

Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusminar: Boat Mengangkut Penumpang Ilegal

Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusminar: Boat Mengangkut Penumpang Ilegal
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh, Cut Yusminar, A.Pi., M.Si, mengecam keras kejadian tenggelamnya boat ikan di perairan Pulau Aceh Kabupaten Aceh Besar, yang mengangkut 30 penumpang Kamis, 20 Juni 2019.

Itu disampaikannya kepada wartawan MODUSACEH.CO saat dijumpai di kantornya. Jumat sore, 21 Juni 2019.

Katanya, hal tersebut merupakan pelanggaran atau ilegal. Karena boat yang ditumpangi merupakan boat ikan. Apalagi kapasitas penumpang yang dibawa 30 orang. “Kok bisa boat ikan bawa penumpang dan juga melebihi kapasitas,” kata Yusminar.

Dia menegaskan, pihak yang harus bertanggungjawab yaitu Syahbandar di Pelabuhan Sabang dan Panglima Laot, yang bertugas menjaga pelabuhan.

“Seharusnya tidak dibiarkan ada boat yang membawa penumpang. Mereka bertugas di sana, pasti melihat. Untung saja tidak ada korban jiwa dalam insiden itu," tegasnya.

Padahal sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan telah mengadakan pertemuan dengan semua syahbandar dan juga Panglima Laut di Aceh. Dalam pertemuan dijelaskan bahwa boat ikan tidak boleh membawa penumpang.

“Ada pertemuan dengan syahbandar, sudah kita tegaskan itu. Boat ikan ya boat ikan, boat penumpang ya boat penumpang," jelas Cut.

Selain itu, dia mengungkapkan sebenarnya ada aturan yang harus dipatuhi para nelayan ketika melaut. Yaitu memiliki Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan Surat Keberangkatan Operasional (SKO), begitu juga dengan kapal mengangkut penumpang.

“Surat itu dikeluarkan syahbandar yang ada di pelabuhan. Makanya kita heran apakah boat yang tenggelam itu ada surat SPB dan SKO. Kok bisa dibiarkan,” ungkapnya.

Untuk itu dia menghimbau kepada pengguna boat. Agar menggunakan boatnya sebagaimana fungsinya.

“Boat ikan digunakan untuk menangkap ikan, jangan penumpang. Itu bisa disebut ilegal. Begitu juga syahbandar untuk mengawasi pelayaran dengan baik," tegas Cut.

Seperti pemberitaan sebelumnya, rombongan perkawinan yang menumpangi boat SKPT Sabang, tenggelam di perairan Lampuyang, Pulo Aceh, Kamis, 20 Juni 2019 kemarin.

Rombongan tersebut bertujuan pergi ke Pulau Aceh untuk melangsungkan pernikahan. Karena kelebihan kapasitas penumpang yang berjumlah 30 orang akhirnya boat tersebut tengelam. Kejadian itu sempat membuat satu penumpang pingsan karena banyak terminum air laut, dan sebagian penumpang lainnya trauma.***

Komentar

Loading...