Menjual Barang Tidak Memenuhi Standar dan Layak

Kadis Disperindag Kota Banda Aceh, Rizal Junet Berjanji Akan Tindak Tegas

Kadis Disperindag Kota Banda Aceh, Rizal Junet Berjanji Akan Tindak Tegas
Penulis
Rubrik
Sumber
Laporan Mirna Gustina

Banda Aceh | Balai Besar POM (BBPOM) Aceh dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Aceh, khususnya Kota Banda Aceh bersama jajaran Polresta Banda Aceh, selama bulan suci Ramadhan akan turun ke pasar-pasar yang ada di Banda Aceh. Tujuannya,  memeriksa barang-barang yang tidak memenuhi standar layak jual.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Disperindag Kota Banda Aceh, Rizal Junet, SE didampingi Kepala BBPOM Aceh, Dra. Syamsuliani, Apt. MM, Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM, Drs. Hasbi Apt. MM, serta Yusriati SE. Mssi. AK. CA selaku Kepala Bidang PKTN  Disperindag Aceh pada temu pers di Kantor BBPOM Banda Aceh, Jum'at (26/05/2017). Ia mengatakan, tindakan itu dilakukan untuk melindungi konsumen. Selain itu, ada beberapa agenda lain yang dilakukan Disperindag Banda Aceh bersama BBPOM Banda Aceh. Misal, terhadap produk pangan dan permasalahan pengedaran barang yang kadaluarsa.

"Dari hasil survei yang dilakukan BPOM Banda Aceh, kami lihat tahun 2017 ini cenderung menurun,  dibandingkan 2016 lalu terdapat 54 kasus. Namun hingga Mei 2017 kasus yang kita dapatkan sebanyank 19 kasus. Jadi kami akan terus melakukan upaya-upaya untuk menurutkan angka kasus tersebut," ujarnya.

Lanjutnya Rizal, dari tahun 2016 hingga 2017, kasus produk pangan yang ditangani yaitu pembuatan bakso, kerupuk tempe dan lain-lain. Namun yang paling banyak ditangani yaitu kasus pembuatan mie. Karena banyak ditemukan zat formalin dan boraxs. Jika tahun lalu kami hanya memberi sanksi dengan pembinaan saja, tahun ini kami akan bekerja sama dengan aparat Kepolisian dari Polresta Banda Aceh untuk menindak tegas, sesuai Undang-Undang Pangan dan hukum yang berlaku. Apabila kedapatan menambahkan  bahan yang dapat membahayakan tubuh masyarakat khususnya mie," tegasnya.

Sementara pengedaran barang kadaluarsa dan tidak terdaftar untuk tahun 2017, sudah didapati pada 21 swalayan. "Kami juga berharap agar masyarakat menjadi konsumen yang lebih jeli dalam membeli barang-barang makanan, baik di pasar maupun di swalayan," himbau Kadis Disperindag Banda Aceh, Rizal Junet, SE.***

Komentar

Loading...