Breaking News

Kasus KDRT Meningkat di Aceh

Kabupaten Aceh Utara Peringkat Pertama

Kabupaten Aceh Utara Peringkat Pertama
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Trend kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Aceh tahun 2017, terus mengalami peningkatan dari tahun 2016. Namun, dari 23 Kabupaten dan Kota di Aceh, Kabupaten Aceh Utara menjadi penyumbang pertama dengan 242 kasus.

Nevi, Kepala Dinas (Kadis) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Aceh menyebutkan. Sesuai data pihaknya, di tahun 2015 jumlah kasus KDRT di Aceh berjumlah 939 kasus. Lalu, di tahun 2016 mengalami peningkatan sekitar 85 persen, atau sekitar 1648 kasus.

"Nah, di tahun 2017 naik lagi mencapai 1791 kasus. Kami meyakini angka yang terdokumentasi ini ibarat fenomena gunung es. Artinya apa? Kemungkinan besar, jumlahnya lebih dari itu, tapi mereka takut melapor," ungkap Nevi pada awak media pers di Banda Aceh, Selasa, (13/3/18).

Lebih lanjut, kata Nevi jumlah kasus terbanyak yang ditandatangani P2TP2A, adalah Kabupaten Aceh Utara, disusul Kota Banda Aceh dengan 240 kasus. Lalu, diposisi ketiga ada Kabupaten Aceh Besar, dengan 127 kasus, dan Kabupaten Bireuen dengan 122 kasus. Sementara, Kabupaten dan Kota lainya di bawah 100 kasus.

Selanjutnya, untuk kasus Kekerasan Terhadap Anak (KTA) juga mengalami kenaikan. P2TP2A Aceh mencatat, selama 2016 jumlah kasus KTA di Aceh hanya sekitar 250 kasus. Sedangkan, tahun 2017 mencapai 460 kasus, dimana bentuk kasus KTA yang dominan, adalah pelecehan seksual terhadap anak disusul pemerkosaan dan sodomi.

"Tahun 2016 kasus pelecehan seksual hanya 177 kasus, disusul kasus sodomi 47 kasus, dan pemerkosaan 27 kasus. Sedangkan tahun 2017, kasus pelecehan seksual naik 240 kasus, disusul pemerkosaan 102 kasus, dan kasus sodomi 70 kasus," ungkap Nevi.

Dia mengharapkan, semua pihak untuk peduli terhadap kasus KDRT dan KTA di Aceh, sebab kalau tidak, semakin hari kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak terus mungkar di Aceh. "Maraknya pelecehan seksual, pemerkosaan dan sodomi terhadap anak, menjadi isu publik yang harus direspon secara cepat. Tanpa ada upaya progresif, anak-anak akan semakin rentan menjadi korban, apalagi yang melakukan tindakan itu, lebih banyak dilakukan orang dekat atau keluarga," ungkapnya.*** 

Komentar

Loading...