Terkait Video K.H. Ma’ruf Amin

Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriono: Pengedit Video Segera Serahkan Diri!

Kabid Humas Polda Aceh AKBP Ery Apriono: Pengedit Video Segera Serahkan Diri!
(Foto: Aceh Portal)
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Aceh, AKBP Ery Apriono menegaskan. Tersangka S yang diduga sebagai penyabar hoaks dan ujaran kebencian dengan mengunggah video K.H. Ma'ruf Amin memakai topi dan baju Santa Claus, bukanlah satu-satunya pelaku pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tersebut. Itu dikatakan saat jumpa pers di Mapolda Aceh. Jum'at, (28/12/2018).

Menurut Ery, S adalah orang yang menshare video Ma'ruf Amin ke akun Youtube. Namun, ada satu tersangka lainnya yang diduga sebagai pengedit video K.H. Makruf Amin yang mengunakan topi dan baju Santa Claus.

“Berdasarkan pengakuan S, ada satu lagi memang yang diduga sebagai pelaku pengeditan video tadi. Ini yang sedang kami buru. Kami himbau kepada yang bersangkutan untuk segera menyerahkan diri," katanya.

Selain itu kata Ery, saat ini kasus penyebar hoaks sudah ditangani Polda Aceh. “Tersangka berisinial S sudah kita amankan. Sekarang dalam proses pemeriksaan oleh penyidik untuk proses pendalaman,” ungkapnya.

Sejauh ini, Polda Aceh belum dapat memberikan keterangan mengenai motif pelaku penyebar hoaks itu. “Masih dalam proses pendalaman motif. Jadi belum bisa sampaikan karena tersangka sementara sudah kita amamkan,” jelas Ery.

Masih kata Ery, video itu didapatkan dari informasi Direktorat Pidana Khusus (Bagian Cyber Crime) Polda Aceh.

“Kita temukan di akun youtube yang dishare oleh bersangkutan. Kita lakukan profiling akun itu. Lalu, ditemukan alamat dan identitas serta lainnya tentang kebenaran yang menyebarkan berita tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya jajaran Polres Lhokseumawe dan Aceh Utara telah berhasil menangkap pelaku yang mengedit video K.H. Ma'ruf Amin, tanggal 26 Desember 2018.

Pelaku tindak pidana hoaks atau ujaran kebenciaan itu, ditangkap sekitar jam satu siang. Dia dijerat melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang  ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.***

Komentar

Loading...