Alasan Safwandi Diputuskan Kontrak Kerja

Kabag Humas Unimal: Karena Indisipliner dan Jarang Masuk Kantor

Kabag Humas Unimal: Karena Indisipliner dan Jarang Masuk Kantor
Safwandi, Pelaku Pembakaran Gedung Unimal Lhokseumawe

Lhokseumawe | Kepala Bagian (Kabag) Humas Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Masriadi Sambo, menjelaskan, Safwandi diputuskan kontrak kerjanya atau tidak diperpanjang lagi karena alasan indisipliner. Bahkan, jarang masuk kantor.

Itu disampaikan Masriadi Sambo, menjawab pertanyaan media ini, terkait pengakuan Safwandi pada Serambi.com, Jumat (18/8/2017) bahwa dia nekat membakar kampus itu karena kecewa. Sebab dua hari lalu, menerima surat pemberhentian sebagai tenaga honorer di bagian listrik. Padahal, dia sudah lama bekerja di kampus tersebut.

Keterangan itu dibantah Masriadi. Katanya, berdasarkan hasil rapat Baperjakat dengan Kabag Umum dan Perlengkapan, 23 Agustus 2016, disepakati untuk memutus hubungan kerja atau tidak memperpanjang kontrak kerja dengan Safwandi karena alasan indisipliner. “Nah, surat tidak memperpanjang kontrak itu baru keluar, 3 Januari 2017. Jadi, tidak benar kalau dia baru terima dua hari lalu,” ungkap Masriadi.

Sebelumnya, Rektor Unimal Lhokseumawe, Prof. Dr. Apridar membenarkan Gedung Rektor Unimal di Reulet, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat pagi sekira pukul 07.00 WIB, Jumat (18/8/2017). “Benar, terbakar. Saya sedang di lapangan,” jelasnya.

Kata Afridar, diduga pelaku pembakaran adalah Safwandi, mantan tenaga teknisi listrik di Unimal. Namun, dia mengundurkan diri karena mengaku pendapatan yang dia terima kecil. Maklum, Safwandi adalah tenaga kontrak, bukan PNS. “Menurut informasi, yang bersangkutan sudah menyerahkan diri,” ujar Apridar pada media ini (Baca: Terkait Pelaku dan Kebakaran Gedung Rektorat. Ini Kata Rektor Unimal Prof. Dr. Apridar).

Terkait kebakaran, sumber media ini menyebutkan, pelaku atau Safwandi melaksanakan perbuatannya itu secara profesional dengan menggunakan bahan bakar jenis pertalite pada salah satu ruangan. Kemudian, api dengan cepat menyambar dan membakar seluruh bagian bangunan.

Sebelumnya, dia bergerak ke kampus tersebut sekitar pukul 07.00 WIB dengan sepeda motor jenis Supra X 125. Begitu tiba di tempat kejadian perkara (TKP),  ia langsung masuk ke dalam gedung membawa sebotol pertalite dan korek api. Selanjutnya, ia naik ke lantai dua. Orang-orang yang sudah ada di kampus saat itu sama sekali tak curiga pada gerak-gerik Safwandi. “Target pertama ingin membakar pusat data (server). Di ruang rektorat dibuat korslet, sehingga begitu terbakar, langsung ludes. Kerugian di atas Rp 10 miliar. Cuma secara detail saya tidak tahu. Tidak ada yang luka dan korban jiwa,” ungkap Rektor Unimal Prof. Dr. Apridar (Baca: Diduga Pelaku Pembakaran Gedung Rektor Unimal. Safwandi Serakan Diri ke Polres Lhokseumawe).

Diakui Apridar, saat kejadian, ada petugas jaga dan karyawan di sana. Bahkan, sempat terjadi cekcok atau adu mulut antara Safwandi dengan karyawan, saat pelaku ingin mau melakukan tindakannya itu. “Bahkan, setelah kejadian sempat terjadi cekcok dan karyawan langsung memadamkan api di ruang server,” sebut Apridar. Kenapa tidak langsung diciduk pelakunya? “Sudah diamankan di Polres,” tambah dia. Kesannya petugas di sana kok pasif? “Itu yang saya belum kroscek. Yang pasti, sudah ditangani aparat penegak hukum secara profesional,” kata Apridar.***

Komentar

Loading...