Terkait Surat Kadin Indonesia Kepada DPR Aceh

Juru Bicara Komite Penyelamat Kadin Aceh Cek Mada: Keputusan Kadin Pusat Sepihak

Juru Bicara Komite Penyelamat Kadin Aceh Cek Mada: Keputusan Kadin Pusat Sepihak
Cek Mada, Ikbal Piueng dan Muntasir Hamid (Foto: Waspada)
Rubrik

Banda Aceh | Juru bicara Komite Penyelamat Kadin Aceh, Muhammad Mada atau akrab disapa Cek Mada menegaskan. Surat Kadin Indonesia, menjawab surat DPRA, merupakan keputusan sepihak. Sebab, Kadin Indonesia tidak pernah melakukan mediasi konflik internal yang terjadi di tubuh Kadin Aceh.

“Kadin Indonesia tidak menghargai Gubernur, DPR Aceh, Kapolda Aceh dan Walikota Banda Aceh, karena tidak menjadikan keempat surat tersebut sebagai pertimbangan,” ungkap Cek Mada, didampinggi Ketua Komite Penyelamat Kadin Aceh, Muhammad Ikbal (Ikbal Pieung), Rabu malam (14/11/2018) di Banda Aceh.

Masih kata Cek Mada. “Kadin Indonesia harus tahu dan faham bahwa di Aceh ada UUPA yang memiliki kekhususan,” sebut dia.

Itu sebabnya, kalau Kadin Indonesia tetap memaksa, maka dewan pengurus/Komite Penyelamat Kadin Aceh, akan melawannya. “Kami menjaga marwah Gubernur, DPR Aceh dan Polda Aceh karena empat lembaga itu mewakili rakyat Aceh. Kalau pemimpinnya dirongrong, maka kami selaku rakyat Aceh akan melawan yang merongrong pemimpin kami,” ucap Cek Mada.

Lantas, apa kata Ketua Kadin Aceh H. Firmandes? "Saya mengikuti arahan Kadin Indonesia serta AD/ART dan pedoman organisasi. Kalau saya dinilai melanggar aturan, tentu akan dikareteker dan jika bersalah, maka akan dibekukan. Saya siap menerima apapun keputusan dari Kadin Indonesia, karena induk organisasi tertinggi di Kadin," kata Firmandesm Rabu malam (14/11/2018). Selebihnya dia memilih irit bicara.***

Komentar

Loading...