Terkait Lahan HGU Milik Prabowo di Aceh

Jubir dan Cawapres Sandiaga Uno Dilapor Mantan Kombatan GAM ke Polda Aceh

Jubir dan Cawapres Sandiaga Uno Dilapor Mantan Kombatan GAM ke Polda Aceh
Dua kuasa hukum eks kombatan GAM wilayah Bener Meriah, Muhammad Reza Maulana SH dan Denni Arie Mahesa SH saat membuat laporan di Mapolda Aceh. Foto : Serambi Indonesia
Penulis
Rubrik

Banda Aceh |Sejumlah pria yang mengaku dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Aceh Tengah, melaporkan calon wakil presiden (Cawapres) Nomor Urut 02 Sandiaga Uno dan Juru Bicara, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak dilaporkan ke Polda Aceh, Senin (25/2/2019).

Pelaporan ini terkait dugaan pelanggaran UU ITE dan pernyataan keduanya mengenai lahan Capres Prabowo Subianto yang dimanfaatkan mantan kombatan GAM.

Kuasa hukum para kombatan GAM itu, Muhammad Reza mengaku, telah melaporkan Dahnil Anzar Simanjuntak dan Sandiaga Uno, karena keduanya berbicara tentang eks kombatan yang kemudian menggunakan lahan Prabowo. Faktanya tidak benar.

“Laporan kedua terlapor diduga melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), karena menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Artinya kami dari eks kombatan ingin mengklarifikasi dan menempuh jalur hukum, supaya tidak terjadi hal-hal tidak kami inginkan di kemudian hari," kata Reza pada awak media pers di Mapolda Aceh.

Di tempat sama, salah satu kombatan GAM, Joni mengatakan. Pernyataan Sandiaga dan Dahnil tidak benar. Pihaknya menilai pernyataan keduanya adalah firnah. Sebab, hingga kini, ia belum pernah menerima tanah tersebut.

"Apa yang disampaikan tidak pernah kami terima, dan itu adalah fitnah, hoaks yang dampaknya luar biasa bagi kami. Karena seolah-olah menganggap kami sudah menerima sesuatu dan benar, seperti yang mereka sampaikan," terang Joni.

Menurutnya, mantan kombatan GAM saat ini tersebar di 23 kabupaten dan kota di Aceh. Bahkan ada yang di luar provinsi. Dia melapor atas nama eks kombatan GAM yang merasa tidak pernah menerima apa yang disampaikan juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga.

Sementara itu, Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Supriyanto Tarah membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari 11 mantan kombatan GAM. Pihaknya memberikan atensi terkait kasus ini. "Pelaporan ini berkaitan dengan yang sudah viral selama ini. Data-data mereka dari viral berita masalah lahan di Aceh Tengah. Karena mantan kombatan yang segini banyaknya, ini harus kita tampung," terangnya.

Namun, sebut jenderal bintang satu ini, perlakuannya tetap seperti pelayanan masyarakat umum biasa. "Karena itu, laporan tadi akan dipelajari dan konsultasi dulu dengan jajaran seperti Dir.Krimum dan Dir.Krimsus Polda Aceh, apakah  ada memenuhi unsur atau tidak, baru kemudian ditindaklanjuti. Sebaliknya, jika kurang atau belum memenuhi unsur, disarankan untuk melengkapi  agar permasalahan bisa segera ditangani Polda. Itulah prosedurnya," jelas mantan Kapolres Bireuen ini.***

Komentar

Loading...