JPU Belum Siap Tuntutan, Hakim Tunda Sidang Safwan

JPU Belum Siap Tuntutan, Hakim Tunda Sidang Safwan
Harian Merdeka/ Mantan Kepala Disperindag Aceh dan bendahara Safwan dan Ridwan saat ditanggkap anggota Polda Aceh
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Sejatinya, hari ini, Kamis 8 Februari 2018, Pengadilan Tipikor Banda Aceh, kembali melaksanakan sidang dugaan korupsi dana kas Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh tahun 2015, yang diduga merugikan negara hingga Rp 900 juta lebih. Namun, karena Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, belum melengkapi berkas tuntutan, sidang yang menjerat dua terdakwa, Safwan dan Ridwan ditunda.

“Maaf yang mulia, tuntutan yang kami buat untuk dua tersangka ini belum siap. Jadi, kami meminta waktu untuk sidang Kamis depan (15/2/18),” kata salah satu JPU pada majelis hakim. Lantas, sidang yang dipimpin Deny Syahputra, SH,. MH (ketua) bersama Faisal Mahdi, SH,. MH dan Dr. Edward (anggota) mengabulkan pemintaan itu .

Sebelumnya, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh Safwan, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelewengan kas Rp 900 juta di instansi tersebut pada 2015 silam. Safwan ditetapkan tersangka oleh Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Aceh pada November 2016 silam.

Penetapan Safwan disampaikan Dir. Reskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Erwin Zadma melalui Kasubdit III Tipikor, AKBP Andrianto Argamuda dalam siaran pers di Mapolda Aceh, Rabu (29/11). “Ini tindak pidana korupsi pada 2015 lalu di Disperindag Aceh. Kami sidik sejak Maret 2016. Pada tanggal 17 September 2017 penyidikan kasus ini sudah P21. Hari ini akan kita lakukan tahap dua, yaitu pelimpahan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan,” kata AKBP Andrianto.

Selain Safwan yang merupakan warga Kota Lhokseumawe, dalam kasus itu juga ditetapkan satu tersangka yaitu berinisial Ridwan yang merupakan bekas Bendahara Disperindag Aceh saat Safwan menjabat Kadisperindag Aceh. Menurut Andrianto, tindak korupsi yang dilakukan kedua mantan pejabat itu adalah penyelewengan pengelolaan dan pengeluaran anggaran kas Disperindag Aceh pada tahun 2015. Puluhan saksi telah dipanggil, termasuk ahli dan saksi meringankan terdakwa.***

 

Komentar

Loading...