Breaking News

Terkait Dugaan Kasus Mesum Wakil Bupati Simeulue Tahun 2001

Jika Ada Bukti dan Saksi, DPRK akan Bentuk Tim Pansus

Jika Ada Bukti dan Saksi, DPRK akan Bentuk Tim Pansus

Simeulue | "Jika memungkinkan serta memiliki bukti dan saksi-saksi, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue siap membentuk Tim Panitia Khusus (Pansus), terkait dugaan kasus mesum yang melibatkan Afridawati tahun 2001 silam," jelas Irawan Rudiono, S.Sos, anggota Dewan DPRK Simeulue, Senin, 19 Agustus 2019 di Sinabang.

Itu disampaikan Irawan, pasca aksi damai dari massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat dan Mahasiswa Peduli Simeulue (GM2PS), di Gedung DPRK Simeulue. Saat ini Afridawati adalah Wakil Bupati Simeulue.

Irawan Rudiono menjelaskan, sesuai satu tuntutan massa GM2PS, dalam waktu tiga puluh hari kedepan pihaknya akan melakukan investigasi terkait kasus yang menimpa orang nomor dua di Simeulue itu. Namun sebelumnya, mereka melakukan rapat untuk menentukan langkah-langkah ke depan, dengan ketua serta anggota DPRK lainnya.

"Untuk langkah selanjutnya, kita akan kordinasi terlebih dahulu dengan ketua serta anggota DPRK lainnya, sebelum membentuk Pansus terkait dugaan kasus yang melibatkan Wakil Bupati Simeulue tersebut," ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Sementara itu, M. Johan Jallah, Koodinator Massa GM2PS mengatakan. Sesuai hasil kesepakan dengan sejumlah anggota DPRK Simeulue dengan dibuktikan adanya penandatanganan petisi. Pihaknya tetap mengawal kasus mesum yang diduga melibatkan Afridawati. Ia berharap DPRK Simeulue dapat berlaku adil seperti saat membentuk tim Pansus beredarnya video yang diduga Bupati Simeulue beberapa waktu lalu.

"Kita minta DPRK Simeulue juga membentuk tim Pansus untuk mengusut kasus yang melibatkan Wakil Bupati Simeulue itu, jangan hanya Bupatinya saja yang diusut saat ada kasus, dalam hal ini anggota Dewan harus berlaku adil," desak Johan Jallah.

Demo massa yang mengatasnamakan GM2PS itu, dimulai sejak pagi pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 16.30 WIB, menghasilkan enam kesepakatan antara massa dan DPRK Simeulue. Aksi yang berlangsung alot itu, pihak keamanan menurunkan pasukan terdiri dari 122 orang polisi, 10 orang TNI AD, 10 orang TNI AL, 20 orang Satuan Polisi Pamong Praja.

Namun, kondisi aksi terlihat lancar, meski sempat terjadi aksi saling dorong antara pihak keamanan dengan massa peserta aksi tapi tidak sempat terjadi kericuhan.***

Komentar

Loading...