Jenazah Muhammad Nasir, Korban Lion Air Teridentifikasi

Jenazah Muhammad Nasir, Korban Lion Air Teridentifikasi
Ilustrasi kantong jenazah korban Lion Air PK-LQP. Foto: Pradita Utama
Penulis
Rubrik
Sumber
detik.com

Jakarta | Tim DVI RS Polri Soekanto mengidentifikasi lagi sebanyak 7 jenazah penumpang Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Karawang. Hingga saat ini total jenazah yang telah teridentifikasi menjadi 14 orang.

"Hasil sidang rekonsiliasi pada hari Minggu tanggal 4 November PUKUL 14.00 WIB siang Di RS BHAYANGKARA RS Soekanto, ada 7 body part yang dinyatakan teridentidikasi," kata Kepala DVI Rumah Sakit Polri Kombes Lisda Cancer di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (4/11/2018).

Nah, dari ketujuh jenazah yang telah teridentifikasi, salah satunya Muhammad Nasir, berasal dari Kabupaten Aceh Selatan, namun sudah menikah dan menetap di Cianjur, Jawa Barat. Ada juga Rohmanir Pandi Sagala, laki-laki, usia 23 tahun, beralamat Tangerang, Banten. Teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.

Ketiga, Dodi Junaidi, laki-laki, usia 40 tahun, beralamat Tangerang Selatan, Banten. Teridentifikasi melalui DNA. Kelima, Janry Efriyanto Santuri, laki-laki, usia 26 tahun, beralamat di Jambi. Teridentifikasi melalui DNA dan medis. Keenam, Karmin, laki-laki, usia 68 tahun, beralamat di Kepulauan Bangka Belitung. Teridentifikasi melalui DNA.  Dan ketujuh, Harwinoko, laki-laki, usia 54 tahun, beralamat kelurahan Bogor Utara, Kota Bogor. Teridentifikasi melalui DNA. Kedelapan, Verian Utama, laki-laki, usia 31 tahun, beralamat di Petamburan, Jakarta Barat. Teridentifikasi melalui DNA.

 20181104-muhammad-nasir

Almarhum Muhammad Nasir (Foto: Dok. MODUSACEH.CO)

Adapun keenam penumpang yang teridentifikasi melalui DNA berasal dari potongan tubuh yang ada di 24 kantong jenazah yang ditemukan pada hari pertama. Nantinya hari ini akan dilakukan penyerahan jenazah kepada keluarga korban.

Sebelumnya, pria asal Bakongan, Aceh Selatan, Provinsi Aceh, menjadi salah seorang korban pesawat udara Lion Air JT610  tujuan Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung, jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/18).

Kepastian itu diperoleh, setelah pihak Maskapai Penerbangan Lion Air memberi kabar pada pihak keluarga. Kini, keluarga korban sudah berada di Medan (Sumatera Utara) Senin (29/20/18) sore, dan akan berangkat ke Jakarta menemui pihak Maskapai Lion Air, Selasa besok. "Adik sepupu saya, Muhammad Nasir (29) yang di Jakarta naik pesawat itu," kata Irwansyah pada media ini, Senin malam.

Irwansyah menerangkan. Kabar tentang Muhammad Nasir menjadi korban Lion Air diperoleh setelah pihak keluarga di Jakarta menghubungi ayah (Huzaifah) dan ibu (Mariana) Muhammad Nasir di Aceh Selatan. Selanjutnya, keluarga menghubungi pihak Maskapai Penerbangan Lion Air dan tempat Mahammad Nasir berkerja, untuk memastikan informasi tersebut.

“Dia manajer di satu perusahaan alat kesehatan di Jakarta. Pihak tempatnya berkerja telah membenarkan, jika Muhammad Nasir terbang dari Jakarta-Pangkal Pinang menggunakan pesawat yang jatuh itu. Pihak Lion Air juga telah membenarkan, jika Muhammad Nasir menjadi penumpang mereka yang jatuh," jelasnya.

Irwansyah menceritakan. Muhammad Nasir memang telah bekerja dan menetap di Jakarta. Korban juga telah menikah dengan gadis Jakarta dan mempunyai satu orang anak yang masih berusia 2 tahun. Begitu pun, istri Muhammad Nasir juga diketahui sedang mengandung anak kedua dengan usia 7 bulan.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...