Breaking News

Janji Lunaskan Hutang Listrik, PDAM Meulaboh Mengaku Rugi 5 Tahun Terakhir

Janji Lunaskan Hutang Listrik, PDAM Meulaboh Mengaku Rugi 5 Tahun Terakhir
Direktur PDAM Tirta Meulaboh, Hamdani

Meulaboh | Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Meulaboh berjanji akan segera melunasi tunggakan listrik tahun 2017 yang berkisar Rp 1,4 miliar kepada PLN ULP Meulaboh. Tunggakan tersebut diupayakan selesai dalam tahun ini. Janji tersebut disampaikan langsung Direktur PDAM Tirta Meulaboh, Hamdani. Menurut dia, pelunasan hutang tersebut tinggal menunggu disahkannya qanun terkait penyertaan modal daerah pada perusahaan air minum plat merah tersebut, oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat.

“Terkait dengan poin yang ada dalam regulasi itukan sudah dibahas dan disetujui, tinggal pengesahan. Begitu disahkan maka anggaran penyertaan modal tersebut sudah bisa kita gunakan untuk membayar tunggakan listrik,” kata Hamdani, pada awak media, Rabu, (12/6/2019) saat dijumpai di Caffe Kenangan Suak Ribee.

Dikatakan, jumlah keseluruhan dana penyertaan modal dari pemerintah daerah tersebut senilai Rp 2 miliar, dimana Rp 1,4 miliar akan digunakan untuk melunasi tunggakan listrik sedangkan Rp 600 juta untuk operasional atau kegiatan perusahaan tersebut.

Menurutnya dana operasional Rp 600 juta itu nantinya akan digunakan untuk operasional juga pembenahan dan perbaikan jaringan pipanisasi induk air minum untuk saluran kepemukiman warga yang dianggap tidak layak digunakan. “Kita juga akan benahi jaringan pipa PDAM dengan sisa Rp 600 juta tersebut, agar pelanggan nyaman dengan pelayanan kita,” ungkapnya.

Kata dia, selama lima tahun terakhir PDAM menaksir alami kerugian hingga Rp 4 miliar lebih. Kerugian tersebut dinilai menjadi pemicu terjadinya tunggakan listrik perusahaan plat merah itu. Tak hanya itu, kerugian miliaran rupiah yang dialami PDAM tersebut, disebabkan tunggakan dari pelanggan PDAM Tirta Meulaboh yang mencapai 3,500 pelanggan atau 60 persen dari 6000 pelanggan yang ada saat ini.

“Selama ini pelanggan kita sering menunggak dengan rentang waktu variatif, ada yang empat tahun dan lima tahun, dari total tunggakan itu ada empat miliar rupiah. Kalau dihitung nilai ini menjadi kerugian kita. Ini juga penyebab kita tak mampu membayar rekening listrik,” jelasnya.

Bukan hanya itu, kata dia akibat dari kerugian tadi bahkan gaji karyawan atau pegawai diperusahaan sempat macet selama enam bulan. Meski demikian, kata dia, saat ini gaji karyawan di perusahaan yang dipimpinnya sudah mampu dilunasi setelah dilakukan pembenahan.

Kini, usai dilakukan pembenahan pembayaran listrik untuk bulan berjalan juga telah mampu dilunasi pihaknya. Pembenahan yang dilakukan kata dia dengan melakukan penagihan langsung kepada pelanggan yang menunggak, dan bagi yang tidak membayar langsung dilakukan pemutusan hubungan.

Pembenahan lainnya yang dilakukan adalah, lancarnya pasokan air kepada kepelanggan, namun tetap keruh dan benar-benar tidak layak konsumsi. Lancarnya pasokan dan bagusnya kualiatas air itu mulai dilakukan sejak dua bulan terakhir atau selama ia menjabat sebagai direktur diperusahaan plat merah itu.

“Tunggakan listrik terjadi bukan pada masa saya tapi direktur-direktur sebelumnya. Ini akibat mereka diam saat ada pelanggan tidak mau membayar tagihan air dan tidak mau menjemput bola. Buruknya kualitas air juga membuat pelanggan mungkin enggan membayarnya, tapi selama kualitas air bagus saat ditagih langsung mau bayar,” ucapnya.

Dengan adanya pembenahan saat ini, perusahaan tersebut meski tidak memperoleh laba namun mulai seimbang dalam perhitungan neraca antara pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, apalagi kata dia dari hasil penagihan itu perusahaan tersebut berhasil mengumpulkan Rp 2 miliar lebih dari jumlah piutang pelanggan baik pelanggan aktif maupun non aktif.

Saat ini kata dia, PDAM Tirta Meulaboh terus berupaya memberikan pelayanan maksimal dan terus menyambung pipa induk ke daerah yang belum terakses terutama untuk Kecamatan Johan Pahlawan. Caranya, menambah pipa akses, maka jumlah pelanggan akan terus meningkat sehingga perusahaan tersebut akan sehat.

“Yang sedang kita upayakan itu daerah lorong manggis, Desa Ujong Baroh, dan nantinya juga Suak Ribee. Mengingat daerah tersebut banyak permintaan,” katanya.

Anggota DPRK Aceh Barat, Herman Abdullah, mengakui untuk qanun penyertaan modal PDAM sudah selesai dibahas ditingkat dewan bersama dengan pemerintah kabupaten setempat, namun kata dia saat ini sedang dikoreksi Pemerintah Aceh. Anggota Komisi A tersebut tidak dapat memastikan kapan selesai dikoreksi yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh itu selesai dan disetujui, namun menurutnya hingga saat ini mereka sedang menunggu hasil tersebut.

“Saat ini kita sedang menunggu hasil koreksi itu. Kalau tahun ini tidak selesai, maka penyertaan modal pemerintah daerah untuk PDAM Tirta Meulaboh bisa gagal,” ujarnya.

Sebelumnya, tunggakan listrik PDAM Titra Meulaboh selama satu tahun mencapai Rp 1,4 miliar. Ironisnya, hingga kini belum juga dilunaskan. Padahal, jika mengacu pada komitmen Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan perusahaan plat merah itu, maka akhir April 2019 harus dilakukan pemutusan arus listrik. Tapi, hingga akhir Mei 2019 hal itu juga tidak dilakukan.

PLN Berdalih Jika melakukan tindakan pemutusan hubungan listrik terhadap perusahaan pemasok air bagi masyarakat tersebut, jelas Ediwan akan berdampak fatal, lantaran pasokan air untuk masyarakat terganggu sehingga timbul protes dari masyarakat yang menjadi pelanggan perusahaan air minum itu.***

Komentar

Loading...