Singgah di Geudong Pase

Jangan Lupa Nikmati Martabak Durian

Jangan Lupa Nikmati Martabak Durian
Muhammad Saleh/MODUSACEH.CO

Aceh Utara | Mudik lebaran Idul Fitri 1438H tahun ini, membuat perjalanan saya bersama keluarga tak hanya di berhenti di Lhokseumawe, tanah kelahiran saya. Tapi sampai juga ke Gampong Labuhan Kuta Binjai, Kecamatan Julok dan Gampong Ule Gajah, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur. Ini merupakan gampong istri alias almarhum ayah dan almahurmah ibu mertua saya.

Saat menuju kedua desa itu, tak ada yang istimewa kecuali suasana dan kondisi arus lalulintas yang padat sepanjang jalan. Namun, memasuki Pasar Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, persis di sisi kiri dan kanan lintas jalan nasional Banda Aceh-Medan, searah mata memandang,  hidung saya tergoda dengan aroma martabak durian. Kenangan belasan tahun lalu pun terulang kembali. 

Di sana ada satu warung martabak durian Samudera Pasee dan telah menjual sajian menu nikmat ini sejak 1980-an. "Saya melanjutkan usaha ayah," kata Amir Hamzah, putra Tgk Haji M. Rasyid, sang pelopor martabak durian di Pasar Geudong.

Kata Amir Hamzah, satu piring martabak durian (mardur) dipatok harga Rp 7000-. "Banyak juga pesanan dari Medan dan Jakarta, khusus warga Aceh yang kepingin dan rindu dengan martabak durian produk kami," kata Amir Hamzah.

Selain itu sebut Amir Hamzah, pihaknya juga bersedia diundang atau menyahuti selera dan lidah konsumen dengan hadir di berbagai acara pesta maupun sosial dengan sajian martabak durian panas," jelas Amir Hamzah.

Bisa Idul Fitri seperti saat itu, dia bisa menghabisi hingga 20 durian besar dan segar. Semua buah berduri namun berisi nikmat dan lezat ini, didatangkan dari Aceh Utara, Pidie, pantai barat-selatan. "Sesekali bisa pasokan di Aceh kosong kami terpaksa mendatangkan dari Medan," ungkap Amir Hamzah. Ingin coba? Datang saja.***

 

"Pileg dan Pilpres 2019" - yuk ikutan polling-nya! -

Komentar

Loading...