Bakal Calon Walkot Banda Aceh

Jalur ‘Khusus’ Aminullah Usman Raih Dukungan Golkar

Jalur ‘Khusus’ Aminullah Usman Raih Dukungan Golkar
Foto: klikkabar.com
Rubrik
Partai Golkar resmi mengusung Aminullah Usman sebagai bakal calon Walikota Banda Aceh pada Pilkada 2017 mendatang. Sementara, digagas pula koalisi Golkar-NasDem untuk mengusung pasangan calon (paslon) Irwan Djohan-Sabri Badruddin. Agaknya, peluang Sabri tak berhasil?

Satu busur, dua sasaran dan anak panah. Bisa jadi, itulah strategi yang sedang dimainkan Partai Golkar Aceh, dalam mengusung dan mendukung pasangan calon Walikota Banda Aceh, menuju Pilkada Aceh, 15 Februari 2017 mendatang.

Bayangkan, satu sisi partai itu menyatakan dukungan untuk mengusung Aminullah Usman sebagai calon Walkot Banda Aceh. Disisi lain, juga menggalang koalisi dengan Partai NasDem untuk memasang Irwan Djohan (NasDem) dengan Sabri Badruddin (Golkar).

Seperti diwartakan laman HarianMerdeka.com. Ketua DPD I Partai Golkar Aceh TM. Nurlif membenarkan keputusan itu. “Pak Amin adalah kader Golkar dan di DPP sudah final untuk mengusung Aminullah Usman. Beliau adalah pengurus di DPD I Golkar Aceh sebagai dewan pertimbangan, untuk surat resmi akan dikeluarkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Dengan dukungan Partai Golkar, dipastikan Aminullah Usman akan maju dari jalur partai politik dengan dukungan PAN dan Golkar. Koalisi keduanya menghasilkan enam kursi dan lebih dari cukup untuk mengusung bakal calon walikota. Kabarnya, akan ada satu atau dua parpol lain yang akan bergabung dalam gerbong tersebut.

Saat dikonfirmasi MODUSACEH.CO, TM Nurlif kembali membenarkan keputusan itu. “Tim Pilkada Pusat melalui rapat telah memutuskan Aminullah Usman, Wantim DPD I PG Aceh, berpasangan dengan Zainal (Ketua PAN) Kota Banda Aceh,” tegas Nurlif.

Sekedar mengulang, Aminullah Usman sebelumnya memang menyatakan akan maju sebagai Cawalkot Banda Aceh bersama Zainal. Namun, karena tak cukup kursi di DPRK Banda Aceh, dia mencoba lakukan lobi ke berbagai partai politik nasional dan lokal lainnya. Begitupun, entah tak mendapat respon, Aminullah akhirnya merapat kembali ke Partai Golkar.

Bagi Golkar dan Aminullah memang tak soal. Sebab, dia tercatat sebagai anggota Dewan Pertimbangan (Wantim) DPD I Partai Golkar Aceh. Pada Pilkada 2012 lalu, Aminullah juga diusung sebagai Cawalkot Banda Aceh, tapi kalah dari pasangan Mawardi Nurdin (Demokrat)-Illiza-Sa’aduddin Djamal. Sejak itulah, Aminullah mulai jarang membangun komunikasi dengan DPD II Partai Golkar Kota Banda Aceh dan DPD I Partai Golkar Aceh.

Itu sebabnya, dalam penjaringan calon walkot dan bupati se-Aceh, Mei 2016 lalu di Partai Golkar, nama Aminullah Usman tak masuk alias mendaftarkan diri, sehingga namanya tidak ikut dikirim ke DPP Partai Golkar, Jakarta.

Tapi kemudian, Sabtu (2/7/2016) sore, Aminullah Usman resmi mendaftar ke DPD I Partai Golkar Aceh. Berkas pendaftarannya diterima langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM Nurlif.

“Benar, Pak Amin datang ke Kantor Partai Golkar Aceh, mendaftarkan dirinya untuk bisa masuk dalam bursa calon wali kota Banda Aceh dari Partai Golkar Aceh,” kata TM Nurlif pada media pers, 3 Juli 2016 di Banda Aceh.

Masuknya nama mantan Dirut Bank Aceh ini, menambah jumlah bakal calon wali kota Banda Aceh yang mendaftar melalui Partai Golkar. Dari tiga menjadi empat orang. Sebelumnya sudah ada tiga balon yang mendaftar ke Golkar, yakni Illiza Sa’aduddin Djamal yang juga Wali Kota Banda Aceh (incumbent), Ketua DPD II Partai Golkar Banda Aceh, Iskandar Mahmud dan Ketua Komisi B DPRK Kota Banda Aceh, Sabri Badruddin (pengurus DPD I PG Aceh).

Iskandar Mahmud sendiri, sebenarnya sangat berminat untuk dipinang dan menjadi wakil dari Illiza. Namun, Illiza akhirnya memilih Farid Nyak Umar ST (PKS) sebagai wakilnya.

“Dari survey calon wakil walikota pendamping Bu Illiza, hanya Farid Nyak Umar yang memiliki elektabilitas tinggi, dibandingkan calon lain yang diusung sejumlah partai,” kata salah seorang tim sukses Illiza pada media ini.

Sebaliknya, mendaftarnya Aminullah ke Partai Golkar menjadi tanda tanya sejumlah kader dan fungsionaris DPD II Kota Banda Aceh dan DPD I Partai Golkar Aceh, sebab ia mendaftar setelah tahapan penjaringan yang dilakukan Partai Golkar, resmi ditutup sekitar pertengahan Mei 2016 lalu.

“Sesuai juklak dan juknis Partai Golkar. DPD I dan DPP berhak untuk menambah dan mengurangi usulan calon yang ada. Dan, keputusan final tetap pada DPP. Dan DPP telah memutuskan untuk Aminullah Usman. Jadi, kebijakan itu yang kami jalankan,” tegas Ketua DPD I Partai Golkar Aceh, TM. Nurlif pada media ini.

Lantas, bagaimana dengan rencana koalisasi Irwan Djohan-Sabri Badruddin? Sejauh ini, MODUSACEH.CO belum memperoleh keterangan resmi dari ketua pimpinan partai nasional ini.

Nah, benarkah Aminullah Usman menempuh jalur ‘khusus’ untuk mendapat dukungan Partai Golkar? Hanya Bang Carlos (sebut akrab Aminullah Usman) yang tahu.***

Komentar

Loading...