Breaking News

Diduga Korupsi Dana Pembangunan Masjid di Pidie 

Jaksa Tuntut Syahrul Kiram 6,6 Tahun Penjara  

Jaksa Tuntut Syahrul Kiram 6,6 Tahun Penjara  
Penulis
Rubrik

Banda Aceh I Sidang agenda pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Syahrul Kiram (30) atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, senilai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2013 digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh.

Sidang dimulai pukul 10.00 WIB, Kamis (03/08/2017). Jaksa Zulfikar SH, MH lantas membacakan bagian awal dari pembacaan tuntutan. Sebelum membacakan pokok materi tuntutan, Zulfikar mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang mendukung jalannya persidangan. Dia juga memastikan tuntutan yang akan dibacakan berdasarkan alat bukti, tidak ada keberpihakan. "Kami dalam menyampaikan surat tuntutan ini, berdasarkan pada dakwaan dan juga fakta-fakta dari persidangan," kata Zulfikar.

Sementara, Syamsul Kiram yang mengenakan kemeja hitam menyimak dengan seksama pembacaan surat tuntutan. Jaksa menganggap Syamsul Kiram terbukti melakukan pidana korupsi secara bersama-sama. Hal yang memberatkan adalah perbuatan yang dilakukan terdakwa merugikan keuangan negara dan bertentangan dengan usaha pemerintah memberantas korupsi. Sementara, yang meringankan, Syamsul Kiram berlaku sopan di persidangan dan sebagai tulang punggung keluarga.

Selanjutnya, dalam berkas tuntutan setebal 112 halaman itu, jaksa Zulfikar menyatakan Syamsul Kiram melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan (3) Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. “Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Syahrul Kiram dengan pidana enam tahun dan enam bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan, ditambah denda Rp 200 juta subsider empat bulan kurungan,” baca Zulfikar.

Lantas, jaksa juga membebankan uang pengganti  Rp 700 juta lebih, dengan ketentuan apabila uang pengganti tidak dibayar dalam jangka satu bulan setelah putusan setelah memiliki kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa untuk dilelang untuk mengganti uang pengganti. Namun, jika terdakwa tidak mempunyai harta untuk mengganti kerugian tersebut, maka akan ditambah kurungan penjara tiga tahun. Ketua Majelis Hakim M. Nazir SH, MH (ketua), Deny Syahputra SH, MH dan M. Fatan Riadhi SH, MH (anggota) dengan Herperiyani Effendi SH (panitera pengganti) menjadwalkan Jumat (11/08/17) dengan agenda pembacaan pembelaan dari pihak Syamsul Kiram.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil audit yang dilakukan tim Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh, terdapat sekitar Rp 737 juta kerugian negara dalam proyek pembangunan Masjid Tgk Di Meureuhom Kandang, Kecamatan Sakti, Pidie dari total Rp 1,7 miliar dana  yang bersumber dari APBA 2013. Kemudian, pemeriksaan kualitas dan kuantitas yang dilakukan tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh terhadap bangunan tersebut, juga ditemukan beberapa item yang tidak sesuai spesifikasi kekurangan volume. Sebab itu, Kejaksaan Negeri Pidie akhirnya menetapkan Syahrul Kiram sebagai tersangka dalam kasus itu.***

"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...