Jadi Tersangka Kasus Makar, Eggi Sudjana: Sangat Keji Memfitnah

Jadi Tersangka Kasus Makar, Eggi Sudjana: Sangat Keji Memfitnah
Eggi Sudjana (Foto: detik.com)
Penulis
Rubrik
Sumber
viva.co.id

Jakarta | Polisi menetapkan Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana sebagai tersangka dugaan makar. Merespons hal tersebut, Eggi pun heran dengan penetapan tersangka tersebut. Eggi menjelaskan, penetapan tersangka terhadapnya tak sesuai dengan laporan dari pelapor yaitu relawan Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac), Supriyanto.

"Jadi, diduga polisi mengembangkannya sendiri dan atau mengarahkan pelapor Supriyanto untuk menambahkan pasal yang merujuk pada perbuatan makar untuk menggulingkan pemerintahan yang sah," kata Eggi dalam pesan singkatnya, Kamis, 9 Mei 2019.  

Eggi menegaskan ancaman pasal terhadapnya terkait kasus makar, tidak ada satu pun elemen atau unsur hukumnya terpenuhi. Ia menekankan pasal makar yang menjeratnya memunculkan sanksi pidana. "Bahkan sangat keji memfitnah ES (Eggi Sudjana) mau makar sampai hukumannya mati, seumur hidup atau serendah-rendahnya 20 tahun dan atau 15 tahun. Padahal, ES tidak ada niat jahat untuk makar," jelas Eggi.

Kemudian, dijelaskan kembali, bila istilah people power yang dimaksudnya terkait dugaan kecurangaan pemilu. People power ini bukan makar karena menyatakan pendapat di muka umum yang diatur dalam UUD 1945 Pasal 28 E ayat 3. "Bila terjadi kecurangan dalam pemilu maka perlu ada people power. Tentu people poweryang dimaksud berbagai unjuk rasa yang sering terjadi, bukan makar," tutur advokat tersebut.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan perihal status hukum Eggi tersebut. "Betul sebagai tersangka," kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis, 9 Mei 2019.

Dalam surat bernomor S.Pgl/3782/V/2019/Ditreskrimum. Eggi menyatakan dirinya diminta datang untuk diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik pada 13 Mei 2019 pukul 10.00 WIB. Adapun dalam surat tersebut disebutkan penetapan tersangka Eggi setelah proses gelar perkara pada 7 Mei kemarin dengan kecukupan alat bukti seperti enam keterangan saksi, empat keterangan ahli, beberapa dokumen, petunjuk dan kesesuaian alat bukti.

Dalam kasus ini, Eggi dilaporkan politikus PDIP Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan makar. Laporan Dewi terhadap Eggi ini karena beredarnya video Eggi menyerukan people power saat menyampaikan orasi. Eggi kemudian juga dilaporkan perwakilan relawan Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac), Supriyanto ke Bareskrim Polri pada Jumat, 19 April 2019.

 

Komentar

Loading...