Tausiyah UAS di Aceh Barat

Istiqamah Tegakkan Agama Allah, Jangan Pilih Caleg Penguna Narkoba

Istiqamah Tegakkan Agama Allah, Jangan Pilih Caleg Penguna Narkoba
Ustad Abdul Somad di Aceh Barat (Foto: Aidil Firmansyah/MODUSACEH.CO)

Meulaboh | Ribuan masyarakat memadati halaman Pesantren Serambi Aceh, Desa Meunasah Rayeuk, Kecamatan Kaway XVI, Kabupaten Aceh Barat, mendengarkan langsung tausyah agama yang disampaikan Ustad Abdul Somad atau dikenal dengan sebutan UAS, Jumat (8/3/2019).

Tak cukup di halaman, badan jalan desa setempat juga dijadikan sebagai tempat duduk oleh masyarakat, untuk mendengar ceramah yang disampaikan UAS. Bahkan ada yang rela memanjat pepohonan agar bisa melihat UAS meski dari kejauhan.

Di hadapan ribuan massa, UAS menyampaikan beberapa hal menyangkut kehidupan dalam bermasyakat. Dia juga menyinggung pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, 17 April 2019 yang tinggal menghitung hari.

“Dalam menjalankan hidup kita tetap harus istiqomah, selalu memiliki pendirian dan teguh dalam kondisi apapun guna menadapatkan ridha Allah SWT. Meski dalam menjalankan aktivitas dihadapkan dengan kondisi buruk, cuaca panas atau pun hujan, selama itu di jalan Allah, kita harus tetap konsiten dan istiqomah,” ucap UAS.

20190309-uas2

UAS terharu, dengan antusiasnya warga yang hadir mendengar tausiahnya meskipun dengan cuaca panas. Itu juga sebagian dari sifat istiqomah. Selama satu jam lebih dirinya berbicara soalan kehidupan dalam perspekstif Islam. UAS juga menyinggung keperkasaan wanita asal Aceh yakni pahlawan nasional Cut Nyak Dhien yang dinilai telah dimanipulasi.

Foto Cut Nyak Dhin dinilai telah direkayasa pihak tertentu sehingga tampilannya yang dikonsumsi publik saat ini tidak menggunakan jilbab dan malah memakai konde. Sebenarnya kata UAS, istri Teuku Umar itu selama hidupnya berkerudung, ini dibuktikan dengan foto hitam putih, saat dibawa serdadu belanda untuk diasingkan ke Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

“Cut Nyak Dhin merupakan pejuang wanita asal Aceh yang sangat ditakuti Belanda saat menjajah Aceh. Ketakutan terlihat dari ditangkapnya Cut Nyak Dhien dan diasingkan ke Sumedang. Sejak saya SD melihat foto Cut Nyak Dhin tak pakai jilbab, apa begitu wanita Aceh? Fotonya telah direkayasa pihak tertentu, sesudah saya melihat foto saat Belanda membawa Cut Nyak Dhin ke Sumedang, baru saya tahu kalau selama hidupnya beliau memakai kerudung,” cerita UAS.

UAS juga menyingung tentang perpolitikan saat ini, dalam menyambut Pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari. Dia berpesan kepada masyarakat untuk tidak memilih calon wakil rakyat yang menggunakan narkoba dan berprilaku tidak sesuai dengan ajaran Islam. Bahkan jika ada caleg yang berusaha untuk membeli suara rakyat agar acuhkan saja, himbau UAS.

“Jangan pilih caleg yang pakai narkoba, tidak menegakkan agama Allah, apalagi jika ada yang kasih uang untuk pilih dia, ambil uangnya tapi jangan coblos dia, uang yang diambil resahkan ke pesantren agar bisa dipergunakan untuk umat,” tegasnya.

Saat tausiah berlangsung, para relawan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) juga memanfaatkan momen tersebut dengan menggalang dana untuk Palestina. Hasilnya, terkumpul Rp 17 juta lebih yang akan disumbangkan untuk para muslim yang berjuang melawan zionis Yahudi.

Kata dia, setiap insan haruslah terus beristiqomah dalam menjalani kehidupan. Apapun jabatan yang diemban seseorang. Dia berpesan untuk bisa dipergunakan dalam menegakkan agama Allah. Ia pun mengajak para santri dan masyarakat untuk terus berjihad di jalan Allah sesuai dengan kemampuannya saat ini.

“Karena setiap pekerjaan yang dilakukan haruslah dipergunakan untuk menegakkan agama Allah,” ujar UAS.***

Komentar

Loading...