Breaking News

Pertemukan Investor Air Minum dengan Direktur PDAM

Irwansyah: Yang Penting Harganya Tidak Mencekik Rakyat

Irwansyah: Yang Penting Harganya Tidak Mencekik Rakyat
MODUSACEH.CO/ M. Supral
Penulis
Rubrik

Banda  Aceh | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Irwansyah meminta investor air minum (PT Meitito Indonesia bersama dengan Perusahaan Daerah air Minum (PDAM) suluruh Aceh, untuk mencari formula yang sama-sama menguntungkan, untuk bekerjasama menyediakan air  minum bagi warga Aceh.

Namun, Irwansyah meminta harga air minum yang akan dijual nantinya tidak membebankan rakyat. ”Sebagai wakil rakyat saya melihat kebutuhan air bersih selalu menjadi kendala. Maka, saya mencari investor untuk memenuhi air minum bagi rakyat Aceh. Namun, bagaimana  mekanisme perjanjian terserah PDAM dengan PT Meitito Indonesia. Tapi, saya minta harga jualnya jangan tinggi,” harap Irwansyah pada pertemuan PT Meitito Indonesia bersama beberapa direktur PDAM di Aceh, di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh, Senin, (26/2/18).

Menurut Irwansyah, penyelenggaraan pelayanan air minum kepada masyarakat merupakan tugas dan tanggung jawab pemerintah, baik di Pemerintah Kabupaten/Kota, maupun Pemerintah Provinsi. Bahkan Pemerintah Pusat, dalam rangka menjamin akses air minum rakyat yang memenuhi sasaran kuantitas, kualitas, kontiunitas dan keterjangkauan.

Katanya, pembangunan dan pengembangan sistem penyediaan air minum, dalam rangka pencapaian target MeIenium Development Goals (MDGs) pada sektor Air Minum di Provinsi Aceh, telah dimulai sejak era Pemerintahan Gubernur Irwandi Yusuf Periode I (tahun 2007 s.d 2012). “Kini seiring dengan program Nawacita yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, dimana sektor air minum adalah salah satu prioritas pembangunan nasional serta adanya target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2019, diperlukan suatu langkah konkrit dalam menyikapi dan mencari solusi terhadap persoalan pelayanan dan akses air minum bagi rakyat Aceh,” ungkap Irwansyah akrab disapa Tgk. Muksalmina.

Menurut Tgk. Maksalmina, PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki 2 dimensi orientasi dalam menjalankan peranannya, yaitu penyelenggara layanan publik dalam memberikan akses air minum, yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat dan sebagai business entity yang bertanggung jawab, memberikan keuntungan ekonomi kepada investasi yang diberikan pemerintah daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meskipun, Pemerintah selama ini telah berusaha melaksanakan pembangunan infrastruktur penyediaan air minum, tetapi akses masyarakat terhadap pelayanan air minum sebagai kebutuhan pokok belum secara optimal terpenuhi. Disamping itu kemampuan keuangan sebahagian besar PDAM di Aceh, belum dapat memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah karena posisi keuangan PDAM selalu merugi.

“Seiring dengan upaya yang dilakukan Gubernur Aceh, dalam menarik kalangan investor untuk berinvestasi di Aceh, saya menghadirkan investor untuk melakukan investasi yang bersumber dari pembiayaan orang ketiga. Kita berharap dapat menambah PAD, sekaligus meyediankan air minum bagi warga,” ujar politisi PNA ini.

Sementara itu, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menyambut baik kehadiran investasi pada sektor air minum di Aceh, karena sejalan dengan visi Aceh Hebat yang digagasnya.

“Kita terbuka dan menyambut baik hadirnya bentuk investasi, mengingat air minum adalah salah satu kebutuhan primer dan mendesak. Namun perlu ada kajian mendalam agar rencana dan pelaksanaan kerjasama investasi benar-benar dapat bermanfaat, saling menguntungkan, tepat guna dan tqaat sasaran. Karenanya perlu dibentuk tim untuk mengkaji dan mengawal jalannya kerjasama investasi," kata  Irwandi Yusuf yang diwakili salah satu asisten Sekda Aceh. ***

"Pileg dan Pilpres 2019" - vote sekarang juga -

Komentar

Loading...