Terkait Utang Pemerintah Aceh pada KfW Jerman

Irwandi Yusuf: Membangun Rumah Sakit Regional Tak Harus Menggunakan Utang Luar Negeri

Irwandi Yusuf: Membangun Rumah Sakit Regional Tak Harus Menggunakan Utang Luar Negeri
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Pilkada 2017 di DPRA. Foto Juli Saidi
Penulis
Rubrik

Banda Aceh | Enam pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang bertarung dalam Pilkada Aceh, pada Februari 2017 telah menyampaikan visi-misi, dalam rangka membangun Aceh. Penyampaian visi-misi selama 20 menit itu, dilaksanakan dalam Sidang Paripurna Istimewa Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Banda Aceh, Jumat (28/10/2016). Penyampaian visi-misi, dilakukan sesuai nomor urut dan giliran pertama dibacakan pasangan Tarmizi A Karim- T Machsalmina Ali, kemudian pasangan Zakaria Saman-T Alaidinsyah.

Selanjutnya, pasangan Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab Al-Idroes, setelah itu pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin. Dilanjutkan pasangan Muzakir Manaf-TA. Khalid, dan terakhir pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Isu kesehatan, memang disampaikan semua pasangan calon. Namun, pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah, dalam 15 program unggulannya jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, menyebut pembangunan rumah sakit regional tak harus atau tanpa menggunakan hutang luar negeri (Loan). Program Aceh Seujahtera itu memang ada kaitannya. Maklum, Senin (25/10/2016) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menyetujui pinjaman luar negeri, melalui KfW Jerman untuk membangun rumah sakit regional di Aceh.

Dari tujuh fraksi yang ada di DPR Aceh, lima yang menyepakati terhadap rencana utang luar negeri. Fraksi dimaksud, Fraksi Partai Aceh (PA) sebanyak 29 kursi, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sebanyak enam kursi, Fraksi Gerindra-PKS, sebanyak tujuh kursi. Selanjutnya Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) sebanyak  tujuh kursi dan tambah satu kursi Partai Damai Aceh (PDA). Terakhir Fraksi Golongan Karya (Golkar). Jumlah kursi Partai Golkar di DPRA sebanyak Sembilan kursi, ditambah masing-masing PKPI, PKB, PBB satu kursi. Sedangkan dua fraksi yaitu NasDem dan Demokrat tidak menyetujui rencana utang luar negeri tersebut, karena menurut dua fraksi ini, pembangunan rumah sakit regional masih memungkinkan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) secara bertahap. Itulah sebabnya, dua fraksi itu bukan tidak sepakat bangun rumah sakit regional. Namun, mereka tidak setuju utang luar negeri itu. “Bangun rumah sakit kita setuju, tapi utang yang kita tidak sepakat. Itu menjadi beban anak cucuk,” ujar Wakil Ketua DPRA dari Partai Demokrat Dalimi, Kamis (27/10/2016) di DPRA.***

Komentar

Loading...