Breaking News

Terkait Pembatalan Surat Usulan Untuk Kementerian PUPR RI

Irwandi Terlalu Gegabah atau Faturrahman Memang Kuat?

Irwandi Terlalu Gegabah atau Faturrahman Memang Kuat?
dok. MODUSACEH.CO
Rubrik

Banda Aceh | Munculnya surat Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, yang mencabut surat usulannya kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) Indonesia di Jakarta, menuai berbagai spekulasi. Terutama di dunia usaha, khususnya kontraktor di Aceh.

Maklum, asalan utama surat nomor: R.800/30025, tanggal 18 Oktober 2017, memang sangat sederhana yaitu; karena satu dan lain hal, sehingga perlu dicabut atau batalkan.

Nah, muncul penilaian, kebijakan Irwandi Yusuf yang mengusulkan pergantian Kepala Balai Jalan Nasional I Aceh dari Faturrahman kepada Fadli melalui  surat nomor: 800/023/2017, tanggal 18 September 2017, sebagai bentuk kecerobohan dan gegabahnya sebuah kebijakan kepada daerah.

“Harusnya, dia pelajari terlebih dahulu dan memanggil Faturrahman serta memberi pengertian untuk usulan tersebut, sehingga setiap orang merasa dihargai. Bukan grasa-gresu seperti itu, seolah-olah bisa seenaknya,” kritik seorang pejabat di jajaran Pemerintah Aceh pada media ini, Kamis pagi (26/10/2017). Karena alasan etika, dia minta namanya tidak disebutkan.

Begitupun sumber ini menduga, keluarnya surat tersebut tidak melalui proses normal. Artinya, di sodorkan pada Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada suasana tak normal alias saat orang nomor satu ini dalam keadaan sibuk, sehingga tak membaca dengan teliti dan langsung menandatanganinya. “Saya tahu persis sikap Pak Irwandi. Biasanya, dia sangat jeli dan teliti dengan surat-surat seperti itu. Tapi kok kali ini bobol sehingga harus membuat surat pembatalan,” sebutnya.

Diakui sumber ini, soal pembatalan dan pencabutan surat usulan memang biasa dalam dunia birokrasi, tapi menjadi tak lazim jika pencabutan tersebut tanpa alasan yang pasti dan jelas. Apalagi, tak sampai mendapat balasan dari Kementerian PUPR RI atau hanya berumur 30 hari. “Kalau alasan usulan pergantiannya jelas, sebagai upaya untuk percepatan jalan-jalan nasional di Aceh serta diperlukan koordinasi dan kerjasama antara Kepala Balai Jalan Nasional I Aceh dengan Pemerintah Aceh. Namun, pada surat pembatalan hanya menyebutkan, karena satu dan lain hal. Ini yang membuat banyak orang bertanya-tanya,” ungkap sumber itu.

Itu sebabnya, banyak pihak menilai. Keluarnya surat pembatalan alias pencabutan usulan pergantian Kepala Balai Nasional I Aceh tadi, apakah  karena Gubernur Aceh Irwandi Yusuf terlalu gegabah atau Faturrahman memang terlalu kuat? Biar waktu yang menjawabnya.***

Komentar

Loading...