Breaking News

Dilema Keamanan Nasional dan Kebebasan Informasi Publik

Investigasi Mengendus Operasi

Investigasi Mengendus Operasi
Rubrik

MODUS ACEH | Safriady, seorang jurnalis senior Metro TV Jakarta berhasil meraih gelar doktor di Universitas Padjajaran Bandung. Disertasinya tentang dilema keamanan nasional dan kebebasan informasi publik dalam jurnalisme investigasi, liputan Operasi Alpha Intelijen BAIS TNI mengundang perhatian penguji.

“Setelah kami dari tim penguji, promotor, tim openen ahli dan guru besar bersidang, maka saudara Safriady kami nyatakan lulus dengan hasil sangat memuaskan. Dan mulai saat ini, saudara berhak menyandang gelar akademis doktor”.

Begitu ucap Ketua Sidang Dr. Dadang Rahmat Hidayat S.Sos, SH. Msi, usai mengelar ujian promosi doktor bidang ilmu komunikasi kepada Safriady, di Ruang Sidang Terbuka Lantai 4, Gedung Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjajaran, Bandung, 13 Maret 2018 lalu.

Mendengar keputusan itu, Safriady tak kuasa menahan haru. “Alhamdulillah. Amin Ya Allah,” sahut kecil Hj. Salbiah, ibu kandung Safriady, yang ikut hadir, mendengarkan dan menyaksikan putra tertuanya itu.

Tak lama kemudian, sidang ditutupkan dan mengalirlah ucapan selamat dari istri, orang tua serta para koleganya. “Selamat ya, selamat. Mantap Broe,” kata Dhiham Abror, mantan Ketua PWI Jawa Timur, yang ikut hadir.

Sebelumnya, dalam pengantar ujian, Safriady menjelaskan. Praktek investigasi yang dilakukan oleh tim Secret Operation Metro TV pada liputan investigasi interpretative. Pelaporan interpreatif berkembang sebagai hasil dari pemikiran dan analisis yang cermat, terhadap gagasan serta pengejaran fakta-fakta yang diikuti, untuk memadukan semua infomasi itu dalam konteks yang baru dan lebih lengkap.

Katanya, teori investigasi secara umum lebih bersifat sebagai panduan karena situasi di lapangan sangat cepat berubah. Tim Secret Operation Metro TV menggunakan Teknik Penimbul Situasi (bulsit), guna menjaga kerahasian tema yang akan diusung dan teknik cipta kondisi untuk mengalihkan perhatian atau menciptakan isu –isu palsu yang bertujuan menjaga kerahasiaan operasional liputan. Selain itu teknik penyamaran merupakan salah satu cara yang digunakan tim Secret Operation Metro TV untuk mendapatkan infotmasi atau visual.

Tidak mempromosikan tema atau episode yang tayang merupakan cara yang dipakai program Secret Operation untuk menambah unsur kejutan bagi pemirsa Metro TV. Kekuatan nama tim Secret Operation Metro TV sendiri mampu memancing pemirsa untuk menonton program investigasi ini.

Tema intelijen merupakan spesifik dan berbeda dengan tema lain seperti korupsi, kriminal, dan sosial. Dalam dunia intelijen ungkap Safri, begitu dia akrab disapa, baik lembaga maupun agen intelijen lapangan tidak membutuhkan publikasi terkait apa yang sudah dilakukan.

Pendekatan personal dan rekomendasi dari jaring merupakan cara utama yang digunakan tim tim Secret Operation Metro TV dalam mengungkapkan Operasi Alpha yang dilakukan BAIS ABRI (TNI), Mossad dan Intelijen Amerika Serikat. Kontak langsung yang dilakukan tim investigasi Secret Opertation Metro TV, merupakan bagian dari kepercayaan yang diberikan alm. Djoko F. Poerwoko dan Marsekal Muda (Purn) Teddy Rusdy dalam meliput Operasi Alpha.

Nah, predikat sebagai jurnaslis investigasi saja, menurut alumni SMA Taman Siswa PT. Arun ini, tidak cukup untuk bisa masuk dan bergaul dengan agen intelijen atau komunitas intelijen. Sebaliknya, dalam wilayah abu-abu ini seorang jurnalis butuh kemampuan untuk memahami pola pergaulan komunitasi tersebut.

Namun, Tim Secret Operation mampu meyakinkan operator dan pelaku Alpha bahwa operasi ini layak diceritakan dan merupakan bagian dari sejarah perjalanan keberhasilan operasi intelijen militer atau TNI, yang bisa menjadi pembelajaran bagi generasi selanjutnya. Kata reformasi merupakan kalimat ampuh untuk meyakinkan para pelaku operasi dan dengan sejumlah argument.

Praktek jurnalisme investigasi secara harfiah merupakan alat untuk mengotrol kekuasaan yang dilakukan penguasa. Kekuatan moral merupakan hal yang paling utama dalam praktek jurnalisme investigasi disamping kode etik Jurnalistik. Praktek investigasi pada prinsipnya adalah salah satu bagian dari media atau pers untuk menghindar dari menjadi corong penguasa atau kekuasaan.

Mengikuti ungkapan Amy Goodman dan David Goodman  bahwa “peran media bukan untuk setuju dengan orang atau kelompok manapun, atau dengan pemerintah atau golongan berkuasa. Tapi media mempunyai tanggung jawab untuk memasukkan semua suara ke dalam setiap wacana.

Lahirnya UU pers No. 40 Tahun 1999 merupakan berkah tersendiri bagi pers di Indonesia tidak terkecuali praktek investigasi. Laporan investigasi tim tim Secret Operation Metro TV pada episode operasi Alpha, bisa dikatakan kemujuran yang tidak disengaja. Shock Media atau kegamangan  yang dialami aparat keamanan pasca reformasi, terutama intelijen membuat tidak adanya larangan atau teguran yang diberikan kepada tim tim Secret Operation Metro TV. Pemikiran bahwa publik membutuhkan informasi menjadi landasan utama mengapa kasus operasi Alpha ini perlu di ketahui pulblik.

“Hingga penelitian dan disertasi ini selesai ditulis, secara resmi belum ada pernyataan dari pihak BAIS TNI atau TNI AU tentang pelaksanaan Operasi Alpha yang membawa masuk 32 pesawat A4 Skyhawk dari Israel, dimana operasi ini bekerja sama dengan Mossad dan intelijen sejumlah negara terkait,” ulas wartawan senior Metro TV ini.

Padahal, tidak adanya  hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel secara De facto dan De Jure, mengenai operasi ini. “Dalam sejumlah literatur, TNI AU secara resmi menggunakan nama Operasi Elang Siaga untuk mendatangkan pesawat jenis Attack dari Amerika Serikat,” tulis alumni Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta ini.

Selain itu, persoalan kebebasan informasi dan keamanan nasional hingga saat ini masih menjadi perbatan berbagai pihak terutama media dan penguasa. Namun, perbedaan kepentingan menjadi alasan utama terkait kebebasan informasi. Dan, alasan kerahasian negara atau informasi rahasia sering digunakan  badan atau lembaga pemerintah dan kini mulai menulari pihak swasta.

Bagi jurnalis sangat jelas UU Pers No. 40 tahun 1999 adalah untuk menjawab tantangan pers di era reformasi. Pasal 4 ayat 3 dan pasal 6 poin 4 d dan e, negara menjamin kebebasan pers atau jurnalis untuk mendapatkan informasi, akan tetapi terdapat dua UU menjadi tantangan bagi jurnalis dalam menyebarkan informasi kepada publik. Pertama UU keterbukaan informasi yang dikecualikan , dimana setiap ayat bertentangan dengan semangat pemberantasan hukum atau penegakan informasi tertentu bagi publik.

Kedua UU Intelijen No.17 tahun 2011, pada Bab V kerahasian Intelijen, dimana pasal 25 tidak secara eksplisit mengatur kategorisasi dan syarat utama sebuah informasi yang harus dirahasiakan. UU ini tidak mengatur legalitas atau badan yang berwenang untuk menentukan bahwa sebuah informasi rahasia atau tidak rahasia.

Nah, tidak adanya petunjuk teknis dari kedua UU tersebut akan berpotensi menimbulkan masalah dan dijadikan tameng oleh badan publik untuk tidak memberikan informasi dengan alasan informasi tersebut termasuk yang dikecualikan.

“Praktek intelijen pada dasarnya adalah pengelolaan informasi yang dapat digolongkan kepada dua konsep yaitu penyesatan informasi atau cipta kondisi. Penyesatan informasi merupakan cara dimana agen intelijen bermain dengan nilai informasi untuk mengetahui sejauh mana lawan menyerap informasi yang dilepas dan berdampak pada pengguna atau publik. Sedangkan cipta kondisi cara yang digunakan untuk menciptakan informasi baik secara positif atau secara negatif yang dikenal dengan berita hoax atau pun cerita negatif atau positif,” papar Safri.

Begitupun, konglomerat industri media di Indonesia menyebabkan laporan investigasi menjadi sulit untuk berkembang. Tema-tema “aman” tentang laporan investigasi menjadi pilihan para produser di televisi untuk mengemas laporan investigasi.

Berkembangnya industri pers, ternyata tidak berbanding lurus dengan perkembangan laporan investigasi di Indonesia. Kenyataan ini dapat dilihat dari slot tayang program investigasi yang rata-rata di atas pukul 22.00 WIB. Kalau pun ada slot tertentu bentuknya hanya indept atau laporan sudah mengalami modifikasi dan menyesuaikan dengan selera pasar.

Laporan investigasi yang bertemakan kriminal atau profil newsmaker sering kali mudah untuk dikemas dengan dealine yang singkat karena data dan sumber informasi yang tersedia. Tidak hanya itu, konglomerasi di industri media juga menimbulkan prilaku baru yaitu  Budaya Relasi antar pemilik modal atau owner media dengan pelaku bisnis atau pemerintah.

“Kebijakan hubungan relasi  akhir masuk dan mengubah iklim serta kebijakan dalam newsroom. Ditingkat lapisan tertentu hubungan relasi ini cenderung dimanfaatkan secara personal untuk memveto kasus tertentu atas nama owner yang pada akhirnya cenderung menghambat perkembangan laporan investigasi itu sendiri. Atas nama prestis atau kebanggan sejumlah televisi masih mempertahankan laporan investigasi walaupun dengan gerak yang  terbatas,” ulasnya.

Itu sebabnya Safriady dalam disertasinya menyarankan bahwa, penelitian yang berkaitan denga Operasi Intelijen merupakan hal yang menarik jika dilihat dari praktek jurnalisme  Investigasi. Operasi Alpha merupakan salah satu Operasi Intelijen yang pernah diungkap oleh media dan menjadi bahan penelitian disertasi dari penelitinya. Karena itu dia menyarankan. Berdasarkan temuan penelitian, pemerintah dan DPR mereview ulang kategori informasi rahasia atau rahasia negara untuk menghindari pertentangan tentang kebebasan  mendapatkan informasi bagi publik dan menghindari penguasaan atas informasi yang menjadi hak publik.

Dia berharap, melalui penelitian disertasi ini, akan ada penelitian selanjutnya tentang jurnaslisme investigasi dengan menggunakan teori-teori lain dan memunculkan model komunikasi yang baru serta sudut pandang yang berbeda tentang pelaporan  investigasi di Indonesia.

“Universitas Padjajaran sebagai lembaga pendidikan tinggi diharapkan dapat melahirkan dan mengembangkan teknik-teknik terkini tentang ilmu jurnaslistik, terutama kajian mengenai pelaporan investigatif agar mampu mengikuti pola manipulatif dan kejahatan yang semakin kompleks.

Dia juga memberi saran praktis bawah, profesionalisme wartawan investigasi dalam perspektif kompetensi wartawan, perlu segera dibuatkan pedoman liputan oleh tim investigasi. Pedoman ini akan berguna dalam menerapkan standar bagi liputan investigasi di era yang serba digital. Hal ini juga menyangkut kesejahteraan bagi profesi jurnaslis investigasi secara khusus dan umum.

Newsroom di televisi merupakan bagian kecil dari kepentingan bisnis televisi besar, yang dimiliki stasiun televisi dalam industri media. Laporan investigasi merupakan salah satu alat untuk menyampaikan pesan kepada public, terkait penyimpangan dan penyelewengan yang dilakukan pemerintah atau pun aparat keamanan baik dalam bentuk uang mau pun kebijakan. “Sikap idealis dalam redaksi harus bisa dipertahankan demi kepentingan publik,” sarannya.

Selain itu, pemerintah dan DPR sudah saatnya membuat UU Deklasifikasi terkait rahasia negara. “Perlu penyempurnaan tugas dan lembaga Arsip Negara, mengingat banyaknya dokumen-dokumen rahasia negara masih banyak berada di badan atau lembaga tertentu. Termasuk penguatan terhadap komisi informasi terkait dengan kewenangan yang dimiliki,” tutup Safriady.*

Riwayat Hidup  Safriady

Nama           : Safriady

TTL              : Lhokseumawe, 9 September 1979

Pendidikan Formal

  • S3 Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran. Desertasi : Dilema Kemanan Negara dan Kebebasan Informasi Publik Dalam Jurnalisme Investigasi Televisi (Studi Kasus Tentang Liputan Operasi BAIS TNI Program Secret Operation Metro TV)
  • S2 Komunikasi Politik Universitas Muhamadyah Jakarta. Tesis : Konspirasi CIA dalam Perang Melawan Terorisme (Analisi Semiotik Terhadap Film Body Of Lies).
  • S1 Jurnalistik Institut Ilmu Sosial Ilmu Politik (IISIP). Skripsi : Embedded Journalist Dalam Konflik di Nanggroe Aceh Darussalam

Pendidikan Non Formal

  • November 2017. Training TOT Prasetya Mulya, September 2016
  • Training Impactful Comunication, April 2014
  • Kursus Singkat Lemhanas RI Untuk Jurnalis, Maret 2013
  • Training Produser Metro TV Batch ke-3, Desember 2012
  • Training For Camera Person, Agustus 2006,
  • BBC Television Journalist Metro TV, Oktober 2005
  • Training Documentary ABU (Asia Pasific Broadcasting Union) Metro TV, Oktober 2003
  • TV Journalism And Technical Skill PJTV UI, Juli 2001 – Januari 2002
  • Kursus Cameraman Citra Widya Triputra (CWT)

Riwayat Pekerjaan

  • Bergabung di Metro TV 2004 s/d Sekarang, penugasan selama di Metro TV:
  • Oktober 2015 – Sekarang instruktur Training Metro TV . Juni 2013 – Oktober 2015 Produser Dialog 811, Bedah Editorial Media Indonesian.
  • Desember 2013 – Juni 2013 Staf HRD Dept. Learning & development
  • Desember 2011 – Januari 2012 projec Officer Mahkamah Konstitusi untuk program bicara konstitusi /gugat. April 2010 – Juni 2010 Camera person Biro Pekanbaru, Riau
  • Juni 2010 – November 2010 camera person, Reporter, Asst Produser Program Investigasi Secret Operation Metro TV. Dan,  Maret 2004 – maret 2008 Camera Person & Video journalist program Investigasi Metro Realitas.

Penghargaan

  • Desember 2010, Finalis Nasional Liputan Investigasi Anugerah Adiwarta Sampoerna program Secret Operation Metro TV Judul “Naga China Melilit Garuda”
  • Desember 2009, Juara nasional liputan investigasi Anugerah Adiwarta Sampoerna Program Secret Operation Metro TV judul “Menggadai Jasa Serumpun”
  • Desember 2009, Finalis Nasional liputan Investigasi Anugerah Adiwarta Sampoerna Program Secret Operation Metro TV judul “ Operasi Alpha: 32 Skyhawk dari Israel & Sinerji Intelijen Indonesia”

Aktifitas Lain

  • Narasumber FGD Badan Intelijen Strategis (BAIS TNI) “Polemik Bendera Bulan Bintang di Prov Aceh”
  • Pengajar Tamu di kampus lain untuk mata kuliah komunikasi & materi liputan investigasi
  • Pembicara tamu dalam roundtable meeting Lemhanas RI tentang operasi intelijen asing pasca tsunami Aceh 2004.

Komentar

Loading...