Breaking News

Terkait Keluhan Warga Air Keruh dan Bau

Ini Tanggapan Plt Dirut PDAM Tirta Mountala Aceh Besar

Ini Tanggapan Plt Dirut PDAM Tirta Mountala Aceh Besar
Plt Direktur PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, T. Syahrul
Penulis
Rubrik

Aceh Besar | Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, T. Syahrul mengakui adanya air keruh dan berbau dikawasan Indrapuri Kecamatan  Indrapuri, Aceh Besar. Dia beralasan, Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang terpasang di Rayon, Indrapuri, berkapasitas di bawah 2000 meter kubik. “Sementara, air yang diproses melebihi dari kapasitasnya atau Maximum Transmission Unit (MTU), sehingga WTP tidak bisa berkerja maksimal,” ungkap T. Syahrul pada media ini, Sabtu, (7/4/18).
 
Katanya, PDAM Tirta Mountala dihadapkan pada masalah yang rumit. Sebab, jika tidak mengolah air hingga 2000 meter kubik, tidak akan cukup dikomsumsi oleh warga setempat. "Salah satu cara agar air bersih, kita harus mengurangi debit air yang kita proses. Masalahnya, air tidak cukup untuk dikosumsi. Tapi, ini hanya terjadi di Rayon Samahani. Kalau di wilayah lain, di Aceh Besar, air PDAM bersih,” tegas T. Syahrul.
 
Menurut Syahrul, penambahan kapasitas WTP telah diajukan oleh Direktur PDAM terdahulu, pada Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Besar, secara multi years. Namun hingga kini memang belum terealisasi yang diperuntukan untuk wilayah Indrapuri. "Ada beberapa titik yang sudah kita tingkatkan kapasitas WTP berasal dari APBK Aceh Besar secara multi years, jadi ini hanya tunggu waktu untuk kita realisasikan,” janjinya.  
 
Sebelumnya, warga mendesak PDAM Tirta Mountala, Kabupaten Aceh Besar, segera memperbaiki kualitas air. Kondisi air kerap keruh dan berbau lumpur sudah berlangsung lama di Aceh Besar, namun tidak ada perhatian dan perbaikan yang dilakukan oleh manajemen PDAM Aceh Besar.

Jalil (45) warga Indrapuri menyatakan, hanya beberapa hari saja air benar-benar jernih dan tidak berbau. Sementara selebihnya air sangat keruh dan berbau lumpur. "Air berwarna kecokelatan dan bau. Saya harus beli air kemasan untuk keperluan memasak. Untuk mandi dan cuci, kami pakai air sumur. Kami sudah bayar mahal, seharusnya pelayanan PDAM tidak seperti ini. Kualitas air harus ditingkatkan," terang Jalil pada MODUSACEH.CO saat ditemui di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu, (7/4/18).

Kata Jalil, sebagian tetangganya berusaha menjernihkan lewat pengendapan dan memberi kaporit. Namun, sebagian langsung menggunakan karena tidak ada sumur. "Diendapkan 24 jam tanpa kaporit tidak ada perubahan sama sekali. Air tetap keruh dan berbau," ungkapnya.

Jalil menduga, air PDAM yang didistribusikan kepada warga, tidak dilakukan penyaringan sebagaimana proses yang semestinya dilakukan. Sebab, ketika air sungai keruh maka air dari PDAM yang diterimanya juga keruh. Namun, ketika air sungai jernih sedikit, air PDAM juga tampak sedikit jernih. "Tampak sekali seperti diambil mentah-mentah dari sungai,” kata Jalil menduga.

Permasalahan tersebut telah beberapa kali disampaikan kepada petugas PDAM. Tapi, hingga kini tidak ada perbaikan. "Saya kecewa dengan kenerja PDAM, karena kita sudah bayar sesuai dengan permintaan PDAM. Kalau memang menyuplai air dari sungai, kami juga bisa ambil sendiri. Kami mohon Bapak Bupati Aceh Besar (Mawardi Ali) bertindak, karena di wilayah Samahani tidak pernah mendapatkan air bersih dari PDAM, dan ini sudah berlangsung lama,” harapnya.***

Komentar

Loading...