Breaking News

Soal Ajakan Abu Razak

Ini Tanggapan Fauzan Febriansyah, Jubir Pemenangan Abu Doto: Seratus Hari Pertama, Rebut Partai Aceh!

Ini Tanggapan Fauzan Febriansyah, Jubir Pemenangan Abu Doto: Seratus Hari Pertama, Rebut Partai Aceh!
Jubir Pasangan Abu Doto M Fauzan Febriansyah
Penulis
Rubrik
Banda Aceh | M. Fauzan Febriansyah, juru bicara pemenangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017-2022 dr. Zaini Abdullah-Nasaruddin mengaku. Jika pasangan itu menang dalam Pilkada 2017, maka bila ada yang bertanya apa program 100 hari  Abu Doto? Jawabannya adalah: Rebut Partai Aceh! Pendapat yang tergolong  tajam dan berani ini, disampaikan  Fauzan, menanggapi ajakan Wakil Ketua DPA Partai Aceh (PA), Kamaruddin Abubakar atau akrab disapa Abu Razak. “Kalaupun nanti ada yang bertanya kepada kami apa program 100 hari Doto Zaini kalau menang Pilkada nanti. Jawaban saya tegas: REBUT PARTAI ACEH..!!,” kata M Fauzan Febriansyah, melalui WhatsApp, Rabu (12/10/2016). Fauzan juga meminta agar pernyataannya itu dikutip secara utuh.

Mantan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Banda Aceh itu melanjutkan, mereka mengaku sadar betul, Doto Zaini maju lewat jalur independen. Karena itu, apapun program kerja, program kesejahteraan yang mereka susun bagi rakyat Aceh, tidak akan jalan tanpa dukungan partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA). Karena itu kata Fauzan, jika rakyat Aceh menginginkan Doto Zaini kembali memimpin Aceh bersama Nasaruddin, maka dengan tegas mereka mengaku bahwa, program 100 hari rebut Partai Aceh yang saat ini menurut M Fauzan masih menjadi single majority di parlemen akan direbut untuk dijadikan alat politik perjuangan idiologi bagi Doto Zaini.

Pernyataan Fauzan ini tentu tergolong sangat berani. Sebab, sebagai anak muda yang baru meretas jalan di partai politik nasional yaitu NasDem (kini sudah mundur). Fauzan justeru dengan ringan dan gampang menyatakan akan merebut Partai Aceh. Nah, apakah pendapat itu benar-benar pesanan dari Abu Doto atau kreasi Fauzan sendiri. Maklumlah, walau Fauzan menjadi tim sukses  sekaligus juru bicara Abu Doto, dia bukanlah berasal dari mantan kombatan GAM atau aktivis yang pernah berafiliasi dengan GAM. Misal, Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA).

Masih tanggapan Fauzan, jika pasangan dr. Zaini Abdullah-Nasaruddin menang, maka Nasaruddin akan ditugaskan untuk melobi Partai Golkar, sementara dia sendiri yang sudah diberhentikan dari NasDem, akan melobi NasDem untuk menjadi barisan pendukung Pemerintah Aceh 2017-2022. Itulah sebabnya, M Fauzan mengaku melalui WhatsAppnya. “Saya berharap tidak perlu buru-buru dan tendesius memberikan cap pengkianat kepada Doto Zaini. Kalau Doto Zaini menang, rumah tempatnya berpulang adalah Partai Aceh,” tegasnya.

M Fauzan mengatakan, sejarah tidak akan pernah bohong, mereka mengaku akan pertahankan fakta dan garis perjuangan GAM hingga perjuangan politik Partai Aceh dan Zaini Abdullah adalah pionir perjuangan. “Pelapor yang satu barisan dengan Wali Hasan Tiro dan semua rakyat Aceh tahu itu, jadi tidak perlu dijungkir balik fakta sejarahnya,” tegas M Fauzan. Itu sebabnya, untuk apa Abu Doto kembali ke PA? Karena Abu Doto tidak pernah keluar dari PA. Surat pengunduran diri kata Fauzan, seperti yang pernah dilayangkan kepada Partai Aceh, sesuai dengan yang tertulis hanya untuk memenuhi syarat untuk maju Pilkada. “Pikiran, hati, semangat Abu Doto masih ada bersama Partai Aceh,” akuinya. Ternyata Abu Doto tetap masih berharap pada PA.***
"Pileg dan Pilpres 2019" - tentukan pilihan Anda! -

Komentar

Loading...