Orasi Politik Agus Harimurti Yudhoyono (bagian empat)

Ini Soal Keadilan, Wajib Dahulukan Hak Rakyat

Ini Soal Keadilan, Wajib Dahulukan Hak Rakyat
Radar Malang

Pekerjaan bukan hanya soal memperoleh pendapatan. Tetapi, juga harga diri  dan penerimaan sosial. Itulah sebabnya, pengangguran dan lapangan kerja selalu menjadi persoalan sensitif.

MODUSACEH.CO |  Ketika saya bertemu dengan masyarakat, banyak di antaranya adalah anak-anak muda, generasi Milenial. Mereka yang belum bekerja, merasa cemas, apakah mereka bisa menemukan pekerjaan yang baik? Sedangkan mereka yang sudah bekerja merasa khawatir, apakah mereka bisa terus bekerja?

Secara kuantitas, lapangan kerja yang tercipta setiap tahunnya, belum bisa mengimbangi jumlah pencari kerja baru. Dalam hal kualitas angkatan kerja, kita juga masih punya PR besar. Lebih dari 50 juta orang angkatan kerja kita berpendidikan sekolah dasar. Dengan fakta ini, rasanya tidak mudah bagi kita untuk bersaing dalam kompetisi global.

Isu lain yang saya temui adalah kekhawatiran tentang Tenaga Kerja Asing (TKA). Kaum buruh dan pekerja yang saya temui di lapangan, mengkritisi Perpres No. 20 tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, yang dirasakan kurang berpihak pada mereka.

Baru-baru ini, saya kembali dari Kendari Sulawesi Tenggara. Saya melihat sendiri, betapa banyak TKA yang bekerja di sana. Bukan hanya sebagai tenaga ahli atau dalam kapasitas manajerial saja, tetapi juga pada tingkatan buruh, supir, dan pekerja lapangan lainnya. Pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya mampu dilakukan oleh tenaga kerja kita.

Ini dikonfirmasi oleh hasil investigasi Lembaga Ombudsman tahun 2017, terkait isu TKA ilegal di berbagai provinsi. Ombudsman menemukan terjadinya diskriminasi perlakuan, hingga gaji yang tidak berimbang antara TKA dan tenaga kerja lokal untuk jenis pekerjaan yang sama. Bayangkan, dalam sebulan, supir TKA dapat 15 juta rupiah, sedangkan, supir tenaga kerja kita hanya dapat lima juta rupiah saja.

20180611-ahy-di-pasar-sorong

AHY di Pasar Ikan Sorong (Foto: Ist)

"Saya tekankan, ini soal rasa keadilan. Kita wajib mendahulukan hak rakyat, memperoleh kesempatan kerja di negeri sendiri. Kita tidak anti asing, tapi kita tidak terima jika rakyat dikalahkan, dinomorduakan atau hanya jadi penonton di negeri sendiri," kata AHY.

Itulah persoalan-persoalan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat kita saat ini. Memang ada berbagai mahzab dalam memandang isu-isu ekonomi tersebut, namun saya yakin kita bisa menyepakati common interest, kepentingan bersama, sebagai landasan kita bekerjasama demi rakyat Indonesia.***

Komentar

Loading...